BERITA SINGKAT
- Pasca insiden pohon tumbang di Jatinangor, warga ramai melaporkan pohon rawan tumbang di sejumlah wilayah Sumedang.
- Warga Pamulihan mengeluhkan pohon mahoni miring di jalur Simpang-Parakanmuncang yang dinilai membahayakan pengendara.
- Warga Tanjungsari mengaku telah melaporkan pohon rawan tumbang ke DLHK, namun belum ada penanganan.
- DLHK Sumedang memastikan akan merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait pohon berisiko tumbang.
- Masyarakat diminta aktif melaporkan pohon berbahaya dengan menyertakan foto atau video sebagai bahan verifikasi.
RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Tragedi pohon tumbang yang merenggut korban jiwa di Jatinangor pada Senin (1/6) memicu keresahan masyarakat. Warga di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Pamulihan dan Tanjungsari, ramai-ramai melaporkan keberadaan pohon tua dan miring yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Di Kecamatan Pamulihan, seorang warga bernama Sahidin mengeluhkan kondisi pohon mahoni yang miring di jalur Simpang-Parakanmuncang. Menurutnya, posisi pohon tersebut berpotensi mengancam keselamatan para pengendara yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
“Warga khawatir pohon mahoni ini membahayakan pengendara. Mohon pihak terkait segera menebangnya,” ujar Sahidin sambil melampirkan foto dan video kondisi pohon yang dilaporkannya.
Keluhan serupa datang dari Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari. Seorang warga, Abah Nasep, mengaku telah melaporkan keberadaan pohon yang dinilai rawan tumbang di ruas Jalan Tanjungsari-Genteng kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada penanganan di lapangan.
“Saya sudah melapor ke DLHK Sumedang, tapi belum ada tindakan apa pun,” katanya.
Menanggapi berbagai laporan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang, Maman Wasman, memastikan pihaknya akan merespons cepat setiap aduan masyarakat. Ia mengakui terdapat sejumlah kendala teknis dalam penanganan pohon berukuran besar, seperti keterbatasan personel dan minimnya peralatan pendukung.
“Kami berterima kasih atas laporan warga yang proaktif. Kami segera melakukan asesmen terhadap setiap laporan sesuai proporsinya,” ujar Maman, Rabu (3/6/2026).
Maman menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan pohon rawan tumbang. Karena itu, DLHK akan mengutamakan tindakan lapangan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Jika pohon sangat membahayakan, kami bersama BPBD dan Dishub segera menindaklanjutinya. Kami akan lakukan tindakan utama lebih dulu, urusan administrasi menyusul,” tegasnya.
DLHK juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan pohon yang berpotensi tumbang dengan menyertakan foto atau video sebagai bahan verifikasi tim teknis.
Langkah tersebut dinilai penting agar proses asesmen dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat, terutama pada pohon-pohon yang berada di lokasi padat aktivitas masyarakat dan jalur lalu lintas.
(tha)





