RADARSUMEDANG.id, KOTA – Sumedang menjadi lokasi kejuaraan paralayang tingkat nasional. Kali ini, Kejurnas Paralayang Tahun 2023 yang juga sebagai Babak Kualifikasi (BK) PON XXI 2024 Aceh-Sumut, digelar di 2 lokasi, yakni Toga Hills Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan dan Bukit Batudua, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu.
Di Toga Hills, kegiatan dimulai pada Sabtu (2/9). “Hari merupakan pembukaan Pra PON Paralayang, yang Alhamdulillah Sumedang diberikan kesempatan yang kesekian kalinya menjadi lokasi kegiatan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman.
Dalam kegiatan ini, kata Nandang, diikuti oleh 174 pilot paralayang dari 18 provinsi se-Indonesia. “Di Toga Hills ini untuk accuracy atau ketepatan mendarat, dilaksanakan dari tanggal 2 sampai tanggal 4. Untuk tanggal 5 sampai 8 ada cross country yang dilaksanakan di Batudua Cisitu,” imbuhnya.
Lebih jauhnya, Nandang mengajak kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan layang-layang di wilayah sekitar venue atau yang dilintasinya. Sebab akan sangat mengganggu para pilot yang sedang di atas langit.
“Saya sudah berkoordinasi dengan para camat agar untuk diteruskan kepada para kepala desa, supaya masyarakatnya tidak melakukan aktivitas layang-layang, agar ini bisa berjalan lancar,” imbuhnya.
Salah seorang atlet asal Sumatera Barat, Rina, menyebut Toga Hills menjadi salah satu tempat terbaik di Indonesia untuk take off paralayang. “Saya sudah sering ke sini, terakhir Pra PON 2019. Tempatnya menarik, bagus banget. Mungkin salah satu tempat terbaik di Indonesia ya di Toga ini,” ucapnya.
Disparbudpora Kabupaten Sumedang berharap event Kejuaraan Paralayang yang sedang digelar di Sumedang bisa mendongkrak pariwisata. Nandang menyebut, event tingkat nasional tersebut juga menjadi ajang promosi pariwisata Sumedang.
“Kami tidak hanya memfasilitasi kegiatan paralayang untuk PON, tapi yang paling penting itu bagaimana destinasi wisata bisa menunjang pariwisata yang ada di Sumedang,” ujar Nandang.
Ia menggambarkan, ada 174 pilot dari 18 provinsi yang mengikuti ajang tersebut. Jumlah tersebut belum termasuk pelatih, ofisial dan lainnya. Jika dihitung ada sekitar 400 orang yang datang ke Sumedang. Mereka menginap di hotel-hotel atau penginapan lainnya di Sumedang.
Lebih jauhnya dikatakan Nandang, dipilihnya Sumedang menjadi tempat Kejurnas, karena infrastruktur yang mendukung. Termasuk, adanya akses dari Tol Cisumdawu. “Sejak tahun 2013 sudah diadakan event paralayang di sini. Terutama tahun ini dari aksesnya juga sudah ada exit tol,” ucapnya. (gun)







