RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa menggelar pengukuhan kepemimpinan baru masa khidmat 2023-2028 dan Ijazah Kubro di lapangan Jala Krida Mandala Kota Surabaya, Minggu (22/10).
Kegiatan ini adalah rangkaian dari kegiatan Hari Santri Nasional 2023 PBNU yang mengundang seluruh kader pendekar Pagar Nusa se-dunia dari semua tingkatkan. Dari mulai Pimpinan Ranting, Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah hingga Pimpinan Cabang Istimewa (yang ada di luar negeri).
Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Sumedang berkesempatan hadir dalam kesempatan tersebut. Bahkan, mendapat suport dari Polres Sumedang diberikan fasilitas kendaraan.
“Alhamdulillah, terimakasih kepada Polres Sumedang yang telah memberikan fasilitas bagi kami untuk berangkat ke Surabaya,” ucap Ketua PC Pagar Nusa Sumedang Asep Mahbub.
Ia menambahkan, kegiatan ini adalah momentum yang penting baginya. Sebab pelaksanaannya hanya digelar dalam 5 tahun sekali.
“Alhamdulillah selama diperjalanan tidak ada kendala sampai tujuan dan selamat kembali lagi ke kota tahu,” tuturnya.
Asep berharap, dengan dikukuhkan nya Gus Nabil selaku ketua umum PP Pagar Nusa periode kedua mampu memimpin Pagar nusa yang lebih baik dan akan memberi pengaruh ke bawah.
“Sehingga kami yang ada di jajaran kabupaten, kecamatan, hingga ranting lebih semangat lagi dalam syiar bela dirinya karena bagi kami ini warisan dari para ulama kami yang harus dijaga dan dilestarikan,” tandas Asep.
Dalam Ijazah Kubro tersebut dihadiri Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Istrinya Ibu Iriana turut hadir beserta jajaran Kabinet. Diantaranya ada Yaqut Cholil Qoumas Menteri agama, Erick Thohir Menteri BUMN, Abdullah Azwar Anas Menteri PANRB, Bahlil Lahadalia Menteri Investasi, Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan, Letjen TNI Prabowo Subianto Menteri Pertahanan, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo Kepala Kepolisian RI, Yudo Margono Panglima TNI, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam sambutannya, presiden RI Ir. H Joko Widodo mengucapkan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan mengajak para pendekar Pagar Nusa untuk mengawal pemilu dengan damai.
“Sekarang kita memasuki tahun pemilu. Dalam memilih kita boleh berbeda pilihan, beda pilihan itu biasa, beda pilihan itu wajar,” tuturnya.
Dikatakan, jangan sampai mengoyak persatuan kita, pemilu adalah ajang kontestasi gagasan dan ide. Menawarkan ide, inovasi, dan Solusi sebagai modal lompatan-lompatan kemajuan.
“Bukan saling memfitnah, jadi tolong jika ada yang saling memfitnah, saling menjelekkan, itu tugasnya para pendekar Pagar Nusa untuk mendamaikan, tugasnya Pagar Nusa untuk menyejukkan,” imbuhnya. (tha)






