RADARSUMEDANG.id, JATIGEDE – Tinggi muka air Waduk (MAW) Jatigede masih mengalami penurunan. Meskipun hujan sempat turun beberapa kali di wilayah Sumedang, termasuk kawasan Jatigede. Berdasarkan data pihak Unit Pengelola Bendungan (UPB) Jatigede, per tanggal 27 Oktober 2023, tinggi MAW ada di angka 241 mdpl.
“MAW belum naik, masih turun. Dari Garut atau dari Sungai Cimanuk debit air belum besar,” ujar Kepala UPB Jatigede Yuyu Wahyudin, Jumat (27/10).
Ia menyebutkan, prediksi naiknya MAW biasanya terjadi jika turun hujan sudah merata. Diprediksi hal tersebut bisa terjadi pada bulan Desember 2023 ini.
“Kemungkinan Desember mulai naik (tinggi muka air waduk),” kata Yuyu.
Turunnya muka air waduk, kata Yuyu, masih terjadi karena air waduk masih dialirkan ke hilir bendungan untuk kebutuhan irigasi di wilayah Majalengka dan Indramayu melalui irigasi outlet.
“Air masih dialirkan ke hilir, ada sebagian (petani) akhir Oktober ini baru panen, jadi masih memerlukan air. Dan juga buat pemeliharaan sungai tetap harus ada suplai air,” ucapnya.
Yuyu memaparkan, saat ini debit air yang dikeluarkan atau Q-Outflow dari bendungan berkisar 20,00 meter kubik per detik. Sedangkan suplai air yang masuk atau Q-Inflow ke waduk sekitar 15,14 meter kubik per detik.
“Suplai air ke waduk hanya diperoleh dari Sungai Cimanuk. Dengan demikian, debit air banyak yang dikeluarkan daripada debit air yang masuk (ke waduk),” ujar Yuyu.
Yuyu juga mengungkapkan, untuk volume tampungan normal air Waduk Jatigede sebanyak 980.757.217 meter kubik. Namun saat ini tampungan air waduk hanya sebanyak 383.697.717 meter kubik atau 49,12 persen dari tampungan air normal. Dan saat ini, luas genangan hanya berkisar 2.328 hektare. (gun)






