RADARSUMEDANG.id — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mendorong adanya langkah konkret untuk membatasi kendaraan berat, khususnya kendaraan sumbu tiga ke atas, melintas di kawasan Jatinangor yang merupakan salah satu kawasan pendidikan penting di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Dony saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Homecoming Festival Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (Unpad) 2026 di Balai Sawala Rektorat Unpad, Jatinangor, Sabtu (19/9/2026).
Bupati Dony mengatakan, persoalan kendaraan berat di Jatinangor perlu ditangani melalui sinergi antara pemerintah daerah, Unpad, alumni, dan pemerintah pusat. Pasalnya, sejumlah ruas jalan yang menjadi akses utama di kawasan tersebut merupakan jalan nasional sehingga kewenangannya berada di pemerintah pusat.
Menurutnya, Pemkab Sumedang telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan menyampaikan surat kepada Kementerian Perhubungan agar kendaraan sumbu tiga ke atas dapat dibatasi melintas di kawasan Jatinangor.
“Sudah beberapa bulan ke belakang saya membuat surat kepada Kementerian Perhubungan supaya ada pelarangan mobil sumbu tiga ke atas lewat kampus Jatinangor, karena ini kawasan pendidikan. Atau ada pembatasan jam,” ujar Dony.
Selain menyurati pemerintah pusat, Pemkab Sumedang juga telah mengeluarkan imbauan kepada kendaraan berat agar menggunakan jalan tol sebagai jalur alternatif.
Langkah pengawasan di lapangan turut dilakukan dengan menempatkan petugas di sejumlah titik hingga malam hari untuk mengarahkan kendaraan sumbu tiga ke atas agar tidak melintasi kawasan Jatinangor.
Namun, Dony mengakui upaya tersebut masih menghadapi keterbatasan karena belum adanya regulasi yang memberikan dasar penindakan secara tegas.
“Memang belum turun karena belum ada sanksinya. Karena itu, kami terus melakukan imbauan dan pengawasan di lapangan,” katanya.
Bupati Dony menegaskan, Pemkab Sumedang tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Menurutnya, keterbatasan kewenangan justru menjadi alasan untuk memperkuat komunikasi dan mendorong kebijakan dari pemerintah pusat.
Ia pun mengajak keluarga besar Unpad, termasuk para alumni, untuk ikut menyuarakan kebutuhan akan regulasi pembatasan kendaraan berat di kawasan pendidikan Jatinangor.
“Saya mengajak kita sama-sama mendorong pusat. Pemda, Unpad, alumni, sama-sama mengimbau pemilik kendaraan sumbu tiga ke atas untuk tidak lewat Jatinangor dan meminta Kementerian Perhubungan segera membuat aturan,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Dony juga menyampaikan bahwa berbagai sorotan terhadap persoalan di Jatinangor merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dihadapi pemerintah.
“Risiko pemimpin memang selalu ada sorotan. Itu realitas yang harus dihadapi. Justru menambah semangat untuk terus menghadirkan solusi,” ujarnya.
Ia pun berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat hadirnya solusi, sehingga Jatinangor sebagai kawasan pendidikan dapat semakin aman, nyaman, dan mendukung aktivitas akademik maupun mobilitas masyarakat.(cwp)





