KKN Tematik Mewujudkan One Village One Product

oleh
Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman saat melihat hasil produk olahan ikan di lokus KKN tematik gotong royong membangun desa di Desa Citengah, Senin (20/11).

RADARSUMEDANG.id, SUMSEL – Program KKN tematik gotong royong membangun desa membuahkan hasil yang memuaskan di Desa Citengah. Pasalnya mahasiswa bersama masyarakat telah mewujudkan one village one product (OVOP) atau satu desa satu produk. 

Mahasiswa memamerkan sebuah produk olahan makanan dari ikan dalam bentuk keripik dan abon ikan.

“Ini merupakan salah satu produk mahasiswa KKN yaitu one village one product, ini merupakan salah satu indikator KKN Tematik ini yaitu tiap desa harus memiliki satu produk dan KKN Citengah saya akui hebat,” ujar Pj Bupati Sumedang Herman saat monitoring dan evaluasi bersama efektivitas pelaksanaan KKN Tematik di Desa Citengah, Senin (20/11).

Herman menjelaskan program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa di Desa Citengah telah berhasil mengembangkan produk olahan makanan dari ikan mujair. 

“Kulit ikan dijadikan bahan keripik, dan dagingnya dijadikan untuk olahan abon ikan. Kepala ikannya dijadikan sop ikan dan diberikan kepada anak-anak balita untuk menanggulangi masalah stunting. Ini sangat luar biasa,” terang Herman.

Dengan demikian kata Herman, ini salah satu outcome yang konkrit dari KKN Tematik Gotong Royong Membangun Desa. 

“Saya harap KKN Tematik ini ada kelanjutannya terutama dalam meningkatkan, kualitas dan kuantitas produk olahannya,” ucapnya.

Herman menyebutkan, ini menjadi tantangan bagi Kades Citengah untuk terus mengembangkan potensi yang dihasilkan KKN Tematik ini. 

“Saya harap KKN Tematik ini berdampak langsung dalam meningkatkan daya saing desa terutama dalam menangani kemiskinan dan menurunkan stunting,” tuturnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa KKN Stephan Joshua Situmorang dari President University menyebutkan, ia bersama Tim KKN di Desa telah melaksanakan beberapa program. 

“Diantaranya kami sudah melakukan survei literasi kepada masyarakat miskin di 270 KK, kami juga sudah melakukan penyuluhan dan edukasi bagi ibu hamil dan yang memiliki balita. Termasuk kami juga sudah menjual keripik dan abon ini di daerah Sumedang, semoga kedepannya olahan kami bisa dikemas semakin baik dari sisi kualitas dan kuantitasnya,” jelas Joshua. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.