RADARSUMEDNAG.id — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang tengah menyiapkan inovasi layanan melalui penerapan sistem air minum prabayar berbasis digital atau token air. Inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan transparan.
Rencana tersebut dipaparkan Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang, Imas Permasih, saat mempresentasikan hasil evaluasi kinerja Perumda Tirta Medal di hadapan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Ruang Rapat Bupati, Rabu (5/8/2026).
Imas menjelaskan, melalui sistem prabayar, pelanggan nantinya dapat membeli kuota pemakaian air sesuai kebutuhan dalam satuan meter kubik melalui aplikasi digital. Aliran air akan berhenti secara otomatis apabila kuota telah habis, sehingga tidak lagi diperlukan pemutusan sambungan secara manual oleh petugas.
“Melalui sistem ini, pelanggan dapat mengatur sendiri kebutuhan konsumsi airnya. Ketika kuota yang dibeli telah habis, aliran air akan berhenti secara otomatis sehingga pelayanan menjadi lebih praktis, transparan, dan berbasis teknologi,” ujar Imas.
Menurutnya, penerapan sistem token air akan memberikan berbagai manfaat, baik bagi pelanggan maupun perusahaan. Selain mempermudah pengendalian penggunaan air, sistem tersebut juga mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi pelayanan, serta mengurangi potensi tunggakan pembayaran.
“Manajemen tidak lagi harus melakukan pemutusan aliran secara manual ketika terjadi kendala pembayaran. Volume air yang digunakan pelanggan akan otomatis menyesuaikan dengan kuota meter kubik yang telah dibeli melalui aplikasi,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik rencana penerapan sistem air prabayar tersebut. Menurutnya, inovasi yang dilakukan Perumda Tirta Medal merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern, mudah diakses, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Transformasi digital harus menjadi budaya di seluruh BUMD. Perumda Tirta Medal tidak boleh hanya menjadi penyedia layanan air bersih, tetapi juga harus menjadi perusahaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, serta profesional kepada masyarakat,” tegas Bupati.
Bupati menambahkan, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Perumda Tirta Medal.
“Kita ingin setiap inovasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan sistem digital ini, pelayanan menjadi lebih efektif, efisien, akuntabel, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas layanan serta kesehatan keuangan perusahaan,” pungkasnya.(cwp)





