RADARSUMEDANG.ID, SURIAN – Jembatan gantung penghubung Desa Wanajaya Kecamatan Surian dengan Desa Karangbungur Kecamatan Buahdua, diresmikan Sabtu (25/11). Peresmian dilakukan oleh Ketua Dewan Pembinaan Vertical Rescue Indonesia, Anto Mukti Putranto.
“Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan daerah terpencil, dan mempersingkat waktu maupun jarak dari Desa Karangbungur ke Wanajaya maupun sebaliknya,” kata Anton.
Total panjang jembatan sepanjang 140 meter, diantaranya 90 meter membentang diatas Sungai Cikandung, dan sisanya jalan masuk ke jembatan utama.
“Harapan kami perekonomian lancar, anak sekolah mudah perjalanannya. Jembatan ini bisa dilintasi kendaraan roda 2,” ujarnya.
Dia pun berpesan kepada masyarakat, agar dapat menggunakan jembatan sebaik mungkin, dan menjaganya dengan cara merawatnya.
“Target kami sepanjang tahun akan membangun 1.000 jembatan. Kalau pun ada masyarakat yang mungkin desanya terpencil dan membutuhkan jembatan seperti ini kami butuh info itu, nanti kami lihat dan evaluasi,” ucapnya.
Kepala Desa Wanajaya, Erwan Riswanto menuturkan, ada 25 KK di Dusun Bobos yang terisolir karena terpisahkan oleh aliran Sungai Cikandung. Jembatan penghubung ini kata Erwan, sangat diidam-idamkan warga.
“Ada warga kami di RT 11 yang terisolir akibat belum adanya jembatan pada waktu itu. Kurang lebih ada 25 kepala keluarga yang terisolir dalam satu RT,” imbuhnya.
Erwan mengatakan, saat air meluap, menyeberangi Sungai Cikandung sangat membahayakan. Ganasnya arus sungai sudah memakan korban jiwa.
“Tahun 1997 ada warga kami meninggal dunia karena hanyut saat menyebrang. Dengan adanya jembatan akses dari sana ke Dusun Pari jadi mudah. Dan mudah-mudahan pelayanan kami ke warga yang terpencil jadi optimal,” imbuhnya.
Warga Desa Karangbungur, Asnaib mengaku senang dengan adanya jembatan. Sebelumnya jika mengangkut hasil tani menggunakan kendaraan, warga harus memutar sejauh 10 km ke Desa Hariang Kecamatan Buahdua.
“Banyak sekali warga yang punya tanah atau bertani ke sini (Wanajaya). Sekarang hasil tani bisa diangkut lebih cepat. Dengan jembatan juga perjalanan lebih aman,” katanya.
Dikatakan warga lainnya asal Desa Wanajaya, Hedi, mengaku sebelum adanya jembatan, ia merasa kesulitan jika ingin berangkat kerja maupun pergi ke perkebunan. Hedi terpaksa harus menyebrangi sungai.
“Iya susah apalagi kalau ada orang sakit. Waktu itu juga harus di gendong (ditandu) pake sarung. Adanya jembatan ini saya merasa bersyukur dan terbantu,” katanya.
Peresmian jembatan ditengah guyuran hujan tersebut dihadiri langsung oleh Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Agus Saepul, Dandim 0610/Sumedang, Letkol Kav Christian Gordon Rambu, unsur Forkopimda Sumedang, dan tokoh masyarakat. (gun)





