RADARSUMEDANG.ID, SUKASARI – Puskesmas Sukasari memberikan peringatan kepada warga terkait risiko penyakit yang meningkat selama musim hujan atau pancaroba.
Kepala UPTD Puskesmas Sukasari, Drg. Nurlina Yusiana, menyoroti pentingnya langkah pencegahan untuk menghindari penyakit seperti batuk dan pilek yang sering dilaporkan oleh warga.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama gejala penyakit tersebut. Ia menekankan perlunya menjaga kebersihan diri, meningkatkan konsumsi makanan bergizi, dan menggunakan pakaian yang sesuai sebagai langkah efektif pencegahan.
“Kami himbau warga agar proaktif dalam mengadopsi pola hidup sehat guna melindungi diri dari potensi risiko penyakit selama musim ini,” ujarnya seusai Lokakarya Triwulan (Loktri) 2023 di aula pertemuan Puskesmas Sukasari. Selasa (05/12).
Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, kata ia, Puskesmas Sukasari mengadakan pertemuan rutin yang dihadiri Forkopimcam Sukasari, Apdesi Sukasari serta stakeholder lainnya, salah satunya membahas hasil musyawarah masyarakat desa (MMD) tentang kesehatan.
“Hari ini, dalam pertemuan keempat, dua agenda utama dibahas, yaitu hasil MMD musyawarah dan sosialisasi Aplikasi Jam Pintar Sinurmi untuk ibu hamil,” tambahnya.
Ia menambahkan, data menunjukkan bahwa baru 18 orang ibu hamil di wilayah Sukasari mendapat Jam Pintar Sinurmi untuk 7 desa, sedangkan jumlah ibu hamil secara keseluruhan mencapai 236 orang.
“Puskesmas Sukasari mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peralihan musim, dengan banyaknya kasus batuk dan pilek. Selain itu, dihimbau agar menghindari genangan air di sekitar rumah guna mencegah penyakit demam berdarah yang dapat muncul selama musim penghujan,” tandasnya. (tha)





