Pj Bupati Sumedang Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Antisipasi Banjir, Longsor, dan Angin Puting Beliung

oleh

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, Pemkab Sumedang telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Pasalnya saat ini intensitas hujan relatif tinggi sehingga Sumedang sebagai salah satu wilayah dengan potensi bencana yang cukup tinggi disarankan untuk waspada terhadap berbagai potensi bencana alam.

“Ini kami lakukan sebagai antisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, gerakan tanah/longsor dan angin puting beliung pada musim hujan ini. Saya telah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Sumedang Nomor 503 Tahun 2023 tentang status siaga darurat bencana hidrometeorologi di sumedang, dan ini berlaku sejak 9 November 2023 sampai dengan 31 Mei 2024,” kata Herman kepada sejumlah awak media, baru-baru ini.

Herman juga meminta semua unsur harus mampu mempersiapkan penanggulangan bencana dengan standar dan prosedur kesiapsiagaan.

“Untuk pencegahan dini bencana telah dipasang alat pengukur curah hujan dan Early Warning System (EWS) peringatan dini risiko bencana iklim di beberapa titik,” terang Herman.

Selain itu dihimbau kepada warga masyarakat agar rajin bergotong royong mencegah terjadinya penyumbatan saluran air di lingkungan.

“Terima kasih untuk warga, relawan dan para petugas yang bergotong royong membersihkan saluran air, atau genangan sebagai upaya pencegahan. Hindari beraktivitas di zona sungai, air terjun, danau di saat musim penghujan,” ujarnya.

Terpisah Kasie Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana pada BPBD Kabupaten Sumedang Adang menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang di ruas jalan. Pihaknya telah melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalan protokol wilayah Sumedang kota.

Pemangkasan pohon di areal jalan protokol antara BPBD bekerjasama dengan instansi lainnya seperti Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pihak PLN.

“Upaya pemangkasan pohon tumbang antisipasi terjadinya bencana pohon tumbang yang berdampak pada terganggunya lalu lintas. Selain itu antisipasi juga untuk keselamatan masyarakat pengguna jalan. Terakhir kami sudah lakukan di di jalan protokol sekitaran Cimayor, Kecamatan Sumedang Utara,” kata Adang.

Adang juga mengatakan pemangkasan dilakukan pada pohon-pohon yang rawan tumbang dan mengancam pengguna jalan. Terlebih pohon yang ditebang adalah pohon-pohon rawan menyebabkan terjadi bencana.

Adang menambahkan, pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan terhadap pohon-pohon yang dinilai berpotensi membahayakan.

“Berdasarkan hasil pemantauan kami telah menginventarisasi ada beberapa titik lagi yang posisi pohonnya mengancam seperti di daerah Panorama dan Ciromed Kecamatan Tanjungsari serta sekitaran Ciherang Sumedang Selatan,” jelas Adang. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.