RADARSUMEDANG.id, KOTA – Misteri penemuan bayi laki-laki yang ditemukan tergeletak di belakang rumah kosong di Dusun Binong Sawo, RT 003/008, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, akhirnya terungkap.
Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumedang berhasil mengidentifikasi perempuan yang diduga membuang bayi tersebut. Perempuan itu diketahui merupakan ibu kandung bayi.
Kanit PPA Satreskrim Polres Sumedang, Ipda Egi Mega P. Sriwijaya, mengatakan pengungkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian pada Minggu (16/8).
“Berdasarkan hasil penyelidikan, kami menemukan terduga pelaku yang merupakan ibu kandung dari bayi tersebut,” kata Egi, Selasa (18/8).
Sebelumnya, bayi laki-laki itu ditemukan warga pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 06.30 WIB. Bayi ditemukan dalam kondisi hidup, menangis, tanpa ditutupi kain, serta tali pusarnya masih menempel.
Penemuan bermula ketika seorang warga, Rosidah Indriyani, mendengar suara tangisan bayi saat sedang mandi. Ia kemudian memberitahukan suara tersebut kepada warga lainnya. Warga pun mencari sumber suara hingga menemukan bayi tergeletak di belakang rumah kosong milik seorang warga.
Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi tersebut memiliki berat sekitar 3,2 kilogram dengan panjang sekitar 50 sentimeter. Setelah ditemukan, warga membawa bayi tersebut ke bidan desa dan kemudian ke Puskesmas Padasuka untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, Egi menyebut bayi tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang.
Kondisinya dipastikan sehat dan mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, ibu kandung bayi ditempatkan di Rumah Aman milik Pemerintah Kabupaten Sumedang. Langkah tersebut dilakukan untuk menjalani asesmen psikologis sekaligus pemeriksaan kondisi kesehatan.
“Penempatan tersebut dilakukan untuk menjalani asesmen psikologis sekaligus pemeriksaan kondisi kesehatan,” kata Egi.
Polisi masih mendalami motif dan sejumlah faktor yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Dari penyelidikan sementara, faktor ekonomi, tekanan sosial, serta tidak adanya suami yang mendampingi diduga menjadi latar belakang.
“Alasan ibu bayi tersebut membuangnya karena ada beberapa faktor, di antaranya faktor ekonomi, kemudian faktor sosial, dan juga faktor tidak adanya suami yang mendampingi,” ujarnya.
Meski telah diamankan, polisi belum menetapkan ibu kandung bayi tersebut sebagai tersangka. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kondisi dan latar belakang yang bersangkutan sebelum menentukan status hukumnya.
“Untuk sementara, ibu bayi belum kami tetapkan sebagai tersangka karena masih ada beberapa faktor yang perlu kami dalami terlebih dahulu,” kata Egi.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga memperoleh informasi mengenai ayah biologis bayi tersebut yang disebut merupakan warga negara Palestina. Informasi itu berkaitan dengan riwayat ibu bayi yang sebelumnya pernah bekerja di Uni Emirat Arab.
Egi menambahkan, ibu bayi tersebut merupakan warga asli daerah setempat, namun berdasarkan administrasi kependudukan diketahui memiliki KTP dan kartu keluarga di wilayah Kabupaten Subang.
“Untuk terduga pelaku atau ibu kandung si bayi tersebut memang aslinya orang situ. Tetapi berdasarkan hasil penyelidikan, yang bersangkutan ber-KTP dan berkartu keluarga di daerah Subang,” imbuhnya.
Polisi masih terus mendalami seluruh informasi tersebut untuk memastikan motif, kondisi psikologis, serta rangkaian kejadian yang menyebabkan bayi ditinggalkan di belakang rumah kosong. (gun)




