RADARSUMEDANG.id — Musim kemarau yang masih berlangsung dibeberapa wilayah di Indonesia memiliki dampak langsung pada sektor peternakan. beberapa dari peternak mengeluhkan sulitnya air untuk memenuhi kebutuhan hewan ternaknya , sehingga mereka terpaksa untuk mengeluarkan biaya, hanya untuk mendapatkan air.
Salah seorang peternak sapi asal Kampung Lebak Saat, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Amin (50), mengeluhkan, selama musim kemarau, masalah utama yang ia rasakan ialah langkanya pasokan air di wilayah tersebut.
“Kalau disini memang setiap musim kemarau selalu gini, kurang air, karena walaupun disini ada sumur bor juga ngga ada airnya,” ungkap Amin saat ditemui dikediamannya, Senin (5/10/2026).
Amin mengatakan warga di kawasan tersebut hanya mengandalkan pasokan air dari Perusahaan Air Minum (PAM). Meskipun begitu, dirinya juga mengatakan pembagian air tersebur masih belum mencukupi untuk kebutuhan ternak miliknya.
“Di daerah Cimahi Utara kan memang kebanyakan ngandalin dari PAM, jadi ya selain dari situ ngga ada sumber air lagi, mungkin ada sebahgian warga yang punya sumur bor tapi kan ngga semuanya,” tuturnya.
Susahnya air tersebut juga merembet hingga ke pakan ternak. Rumput hijau yang Amin panen dikebunnya sendiri, kini dinilai sangat sedikit dibandingkan sebelum kemarau melanda.
“Biasanya juga sebelum kemarau, rumput dapat banyak, cukuplah buat pakan sapi, tapi sekarang dapat seikat juga alhamdulillah,” katanya.
Selain rerumputan, beberapa opsi pakan seperti konsentrat, ampas tahu, hingga jerami, juga terkena dampak imbas dari krisis air. Amin mengatakan harga pakan relatif tidak ada perubahan namun, kurangnya ketersediaan barang menjadi masalah baru baginya, salah satunya yaitu ampas tahu.
“Kalau untuk pakan yang lain, itu harganya masih normal lah, cuman paling langka aja, susah didapat barangnya, karena ya kan ampas tahu itu dari kedelai nah kemungkinan pabrik-pabrik tahu juga susah air jadi barangnya sedikit dan langka,” tandasnya.
Krisis air yang kini dirasakan warga bagian Cimahi Utara khusunya di Lebak Saat tentu sangat berdampak pada beberapa sektor, mulai dari pertanian, peternakan, sampai perikanan, sehingga beberapa warga berharap pemerintah daerah Kota Cimahi merespon dengan menyalurkan beberapa solusi salah satunya yaiti bantuan berupa air bersih. (ASP/job)





