RADARSUMEDANG.id –– Paguyuban ojek online (ojol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Ngamprah pada Senin (5/10/2026).
Kedatangan para pengemudi ojol tersebut menyampaikan aspirasi terkait BPJS Ketenagakerjaan dan ketersediaan sekretariat bagi mereka saat beraktivitas.
Ketua Paguyuban Ojol Bandung Barat, Apep Daryaman mengatakan, ada dua poin penting yang disampaikan kepada komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam kesempatan tersebut.
“Intinya kita mempertanyakan (aspirasi) yang satu tahun ke belakang, waktu kita ketemu sama Pak bupati dan Ketua DPRD,” katanya, Senin (5/10/2026).
Ia menambahkan, saat ini pihak ojol menunggu realisasi dari aspirasi yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Kebetulan nanti dari Dishub akan menjadwalkan pertem dengan pak bupati,” katanya.
Ia juga mengatakan, aspirasi yang disampaikan Paguyuban mewakili 48 komunitas ojol yang tersebar se-KBB.
“Kalau jumlah total anggota paling sedikit 50 orang (untuk satu komunitas) tinggal dikalikan saja berapa ojol yang sudah gabung dengan kita,” katanya.
Sementara, Nur Julaeha membenarkan, jika pertemuan tersebut bukan yang pertama. Setahun sebelumnya mereka sudah melakukan audensi dengan Forkopimda dan dihadiri juga oleh dinas Dinas Perhubungan dan Dinas Tenaga Kerja.
“Sebetunya tuntutan yang disampaikan ada 8 poin tadi tuh. Jadi kita cut dulu aja, karena yang dulu juga belum terealisasi. Barusan saya ada penekanan terutama masalah selter karena sudah ada solusi,”katanya.
Untuk selter kata Nur, sesuai keterangan dari Dishub sebetulnya sudah terfasilitasi. Pada saat Tahun Baru dan Hari Raya Idul Fitri.
“Tapi masalahnya mereka itu ingin kayak sekretariat juga,” katanya.
Terkait BPJS Ketenagakerjaan, kata Nur sudah ada peraturan daerah (Perda)-nya untukprogram jaminan sosial bagi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) berpenghasilan rendah yang rentan terhadap risiko sosial-ekonomi.
“Nah kita komunikasikan, bagaimana kita mengakomodir para pekerja rentan itu, salah satunya para ojol maupun ojek pangkalan,” pungkasnya. (KRO)





