RADARSUMEDANG.id, SURIAN – Jembatan Cijurei di jalan lingkar timur Bendungan Sadawarna, tepatnya di perbatasan Desa Suriamedal-Desa Tanjung Kecamatan Surian, ambruk Senin (11/12) malam.
Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Selain menghubungkan dua desa, jembatan tersebut juga menghubungkan Sumedang dengan Subang.
Warga setempat, Rusta menuturkan, jembatan ambruk sekira pukul 20.30 WIB, akibat diterjang luapan Sungai Cijurei. Ia mengatakan sebelumnya wilayah Surian dilanda hujan deras sejak Senin sore.
“Jembatan sempat putus total sampai tak bisa dilewati warga,” katanya.
Jembatan yang ambruk merupakan jembatan sementara yang dibuat di sisi jembatan permanen yang sedang dibangun.
“Tadi langsung ada penanganan jadi motor bisa lewat, tapi mobil belum. Ini jalan satu-satunya, kalau ke jalan lain memutar jauh ke Sanca (Buahdua),” ujarnya.
Ambruknya jembatan bahkan sampai mengganggu perjalanan rombongan pengantin dari Subang, yang hendak melakukan akad nikah. Pengantin pria bernama Anggi, beserta puluhan orang pengantar terpaksa berjalan kaki menyeberangi jembatan, dan dijemput kendaraan lainnya di sisi Desa Suriamedal, sedangkan kendaraan rombongan terpaksa ditinggal disisi Desa Tanjung.
“Saya dari Sariater Subang mau nikahan ke Surian. Ini tertahan karena jembatannya longsor,” kata Anggi.
Ia mengaku tidak mengetahui kondisi jembatan ambruk.
“Kemarin-kemarin katanya bisa lewat sini, tapi ternyata sekarang malah ambruk gini,” imbuhnya.
Anggi pun berharap jembatan lingkar timur Bendungan Sadawarna segera dirampungkan, karena merupakan akses utama warga Surian ke Subang.
“Tolong diperhatikan khususnya ke pemerintah terkait, ini kan jalan utama masyarakat khususnya orang Sumedang ke Subang,” imbuhnya.
Hal serupa diutarakan Dadan Gunadi (52) warga Surian. Ia mengatakan setiap hari membawa mobil melintasi jalan lingkar timur menuju tempat kerjanya di Subang. Namun akibat jembatan ambruk, dirinya terpaksa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Jalan buntu karena ambruk, jadi mobil di simpan, sekarang paling nebeng saja, perjalanan kurang lebih satu jam lagi,” ucapnya.
Dadan juga berharap pengerjaan jembatan permanen segera rampung agar aktivitas warga tidak terganggu lagi.
“Setiap hari bisa bolak-balik lewat sini, ini akses utama buat saya. Ya mudah-mudahan disegerakan kan lah pengerjaannya, kasihan banyak warga yang butuh jalan ini,” imbuhnya. (gun)







