RADARSUMEDANG.id, SURIAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang menurunkan tim ke Kecamatan Surian setelah menerima laporan terjadinya longsor yang memutus jalur pipa air bersih untuk tiga desa di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan pihaknya langsung melakukan kajian awal dan pendataan dampak longsor begitu laporan diterima pada Kamis (11/12).
“Kejadian tersebut benar. Kami segera menerjunkan tim Pusdalops BPBD ke lokasi untuk melakukan kajian awal,” ujarnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan Camat Surian dan unsur Forkopimcam untuk memastikan langkah penanganan lanjutan.
Camat Surian, Ahmad Aradea, membenarkan bahwa longsor tersebut memutus pipa air bersih yang memasok kebutuhan bagi tiga desa.
“Saya mendapat laporan dari aparat Desa Pamekarsari bahwa longsor ini memutus pipa air bersih ke tiga desa di wilayah kami,” katanya.
Tiga desa yang terdampak yaitu Pamekarsari, Ranggasari, dan Wanasari. Aradea menyebutkan kerusakan pipa paralon diperkirakan mencapai ratusan meter, sehingga menimbulkan kerugian materiel cukup besar karena instalasi pipa tersebut dibangun melalui swadaya masyarakat.
“Jarak pipa ke desa ini ratusan meter, dan jika ditotal ke tiga desa tentu lebih panjang. Paralon berukuran besar itu harganya sekitar Rp12 juta per rol,” tuturnya.
Ia menambahkan, terganggunya pasokan air bersih tersebut berdampak pada aktivitas perekonomian warga, terutama para petani yang kini kehilangan lahan garapan akibat pergerakan tanah.
“Dampaknya sangat terasa karena petani yang biasanya menggarap lahan, kini tidak lagi memiliki lahan yang bisa dikerjakan,” ucapnya.
Aradea menambahkan, pergerakan tanah masih terjadi di beberapa titik di Kecamatan Surian. Sebelumnya, longsor juga memutus akses jalan Surian–Tanjungmedar pada akhir November lalu. (gun)





