Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Regional Jawa 2023, Mempererat Persaudaraan dan Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

oleh

RADARASUMEDANG.ID, SUKASARI – Kegiatan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) Regional Jawa 2023 di Bumi Perkemahan Kiara Payung Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari yang digelar Jum’at (8/12) hingga Selasa (12/12) resmi ditutup.

“Saya apresiasi atas semangat dan dedikasi para peserta dalam mengikuti kegiatan ini.  Perkemahan Bakti ini tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara anggota Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti,” ujar Plt Ketua Kwarda Jabar Kak H. Deni Nurdyana Hadimin saat menutup kegiatan Pertikawan

Deni menekankan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan, kebersamaan, dan keberlanjutan lingkungan yang telah ditanamkan selama perkemahan. 

“Kami berharap pengalaman yang diperoleh peserta akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan di masa depan,” katanya. 

Sebagai penutup, Deni mengajak semua peserta untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari selama perkemahan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan tersebut, diikuti 716 peserta pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai wilayah yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur yang dibuka langsung Ketua Pimpinan Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Tingkat Nasional yang juga Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bambang Hendroyono.

Bambang mengatakan, Pertikawan Regional Jawa 2023 menjadi platform edukasi dan peningkatan peran pramuka penegak dan pandega di enam provinsi, mempromosikan kelestarian lingkungan dan kehutanan untuk Indonesia yang lebih baik.

“Agenda Pertikawan mencakup pengelolaan lingkungan berkelanjutan, hutan lestari, community development, young leadership, ekonomi kreatif, ecopreneurship, sociopreneurship, gladian dewan Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti, serta seni budaya dan kearifan lokal,” ujarnya. 

Bambang menekankan, bahwa bulan Desember sebagai momentum bersejarah bagi Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti, dengan mengajak seluruh jajaran melakukan kegiatan bakti di lingkungan masing-masing.

“Pramuka bisa menjadi pioneer dalam menjaga lingkungan dan hutan, serta melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui kolaborasi dengan kelompok dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Ia pun mengajak peserta Pertikawan Regional Jawa Tahun 2023 untuk bersatu dalam semangat keberlanjutan menjaga alam dan lingkungan Indonesia. 

“Langkah kecil pramuka dan kolaborasi masyarakat berdampak nyata terhadap perubahan iklim untuk Indonesia Maju dan Lestari,” tegasnya. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.