Yadi Pendatang Tanpa KTP dari Kabupaten Bandung, Kini Mulai Sekolah di PKBM Cendikia Purnama Sumedang

oleh
oleh
FOR RADARSUMEDANG.ID SEKOLAH: Yadi Handriansyah (tengah) dan gurunya serta Ketua Yayasan Prabha Ilmi Sumedang, Sri Purwati (kiri) di PKBM Cendikia Purnama, Jalan 11 April, Tegalkalong, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang

RADARSUMEDANG.ID – Harapan Yadi Handriansyah ingin bisa membaca dan menulis, kini mulai menemui titik terang. Pemuda berusia sekitar 34 tahun itu mulai sekolah di PKBM Cendikia Purnama-Yayasan Prabha Ilmi Sumedang berlokasi di Jalan 11 April, Tegalkalong, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

 

Yadi merupakan pendatang dari Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung dan sudah sekian tahun menetap berpindah-pindah di seputaran Kecamatan Sumedang Utara. Dia pernah mengeyam pendidikan hanya di bangku kelas 1 SDN Pasirkukun, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya.

 

Saat masih di kelas 1 SDN Pasirkukun itu dia pergi seorang diri meninggalkan kampung halamannya. Hingga kini sosok sebatang kara itu masih belum memiliki KTP dan KK serta belum bisa menulis dan membaca.

 

Ketua Yayasan Prabha Ilmi Sumedang, Sri Purwati menyambut baik inisiatif Yadi ingin belajar supaya bisa menulis dan membaca. Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumedang bersedia membantu kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di PKBM Cendikia Purnama.

 

“Alhamdulillah, kita sangat senang sekali untuk dipercaya PKBM Cendikia Purnama ini. Ada seremonial dari Dinas Pendidikan yang luar biasa sampai dari Buk Kabid dan Pak Sekdis semua hadir disini untuk penjemputan dari Dinas mengantarkan siswa ATS. Alhamdulillah kami menerima dengan sangat luar biasa, dengan sangat senang, dengan sangat gembira, bahwa benar-benar Pak Yadi ini mau dan semangat belajar membaca tanpa terpaksa,” jelas Sri.

 

Pihak Yayasan Prabha Ilmi Sumedang sendiri menilai, selama dua kali pertemuan belajar, Yadi mempunyai keinginan sangat luar biasa dengan semangat tinggi. Sebaliknya, tim yayasan juga menerima siswa tersebut dengan senang hati, sesuai cita-cita PKBM Cendikia Purnama untuk mengembangkan siswa anak tidak sekolah (ATS).

 

“Ini benar-benar terwujud dan kontribusi dari Disdik kerjasama, bahwa akan mengumpulkan atau memberikan siswa-siswa ATS untuk benar-benar bisa membaca dan menulis. Yang tidak bisa menghafal huruf hingga bisa. Sampaikan dari mulai after-before, dari mulai pertama sampai nanti akhir bisa membaca harus ada dokumentasi,” ungkapnya.

 

Sri mengatakan, melakukan tindakan semaksimal mungkin dari PKBM Cendikia Purnama. Semua tim bekerjasama mulai dari yayasan, pengajar, kepala sekolah untuk bisa mengajarkan Yadi hingga bisa membaca dan menulis.

 

Kerjasama semua ikut aktif berperan untuk mengentaskan ATS yang ada di Sumedang, terutama di lingkungan sekitar. “Karena cita-cita kami dari Cendikia Purnama itu, minimal dari lingkungan sendiri itu tanpa adanya ATS. Dan semuanya harus bersekolah dan mempunyai ijazah, selanjutnya bahkan bisa bekerja,” pungkas Sri.

 

Sehubungan Yadi belum memiliki KTP dan KK, Sri berharap pihak terkait turut membantu penyelesaian administrasi kependudukan (Adminduk) yang bersangkutan. Status dia sekarang belajar di PKBM untuk mengisi waktu menambah ilmu karena atas keinginannya sendiri.

 

Sedangkan status sebagai pelajar terdaftar dengan nomor induk di PKBM akan mulai dilaksanakan setiap Juli, sesuai tahun ajaran. “Seharusnya, saya mohon Kabupaten Bandung, Kecamatan Majalaya untuk mengusahakan bagaimanapun caranya setidaknya ini warganya dari Kecamatan Majalaya. Apalagi Pak Yadi ini bersemangat untuk bersekolah, kita membutuhkan administrasi kependudukan, KTP, KK untuk masuk Dapodik itu NIK yang paling utama,” harapnya.

 

Pihaknya berharap agar segera memiliki Adminduk Yadi, sehubungan bulan depan sudah masuk terdaftar resmi di PKBM. “Kita sebagai WNI harus sama-sama bisa membantu. Apalagi ini benar-benar untuk menghilangkan ATS. Kita berantas buta huruf agar bisa membaca demi masa depannya dengan pendidikan,” tutupnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.