RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Kreasi seni dan olahraga Sumedang khususnya dalam bidang olahraga dan seni pencak silat Buhun Kasumedangan, berhasil membuat para pegiat pencak silat di Bandung terkesima. Kenyataan ini diakui oleh salah seorang pegiat pencak silat Bandung yang familiar disapa Teh Lina yang mengatakan bahwa pencak silat Sumedang layak dinobatkan sebagai pertimbangan utama dalam dunia pencak silat.
Salah satu padepokan yang menjadi sorotan adalah Padepokan Pencak Silat Putra Harapan, berdiri sejak tahun 1973 dan diprakarsai serta dipimpin langsung oleh Abah Entang. Dengan keuletan dan kegigihan Abah Entang, padepokan ini terus berjuang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, berhasil mendongkrak dan mengharumkan nama Kabupaten Sumedang.
Menurut Abah Entang, berkat perjuangan, keuletan, dan kegigihan dalam mengembangkan serta mempertahankan potensi putra daerah, Padepokan Pencak Silat Putra Harapan bukan lagi harapan semata. Padepokan ini kini telah mengantongi puluhan piala dan piagam kejuaraan, dari tingkat daerah hingga lintas daerah. Baru-baru ini, di Bandung, sekitar 15 peserta dari padepokan tersebut meraih medali emas dan perak.

Keberhasilan ini membuat para pencak silat dari Bandung memberikan pujian. Salah satu perwakilan padepokan pencak silat di Bandung menyatakan, Sumedang menjadi padepokan yang harus dipertimbangkan. Pengakuan ini menggugah perasaan pengurus Padepokan Pencak Silat Putra Harapan, yang merasa bertanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pencak silat di padepokan mereka.
Meski telah berjuang tanpa mendapatkan dukungan dana stimulan atau bantuan dari APBD Sumedang, Abah Entang dan timnya berharap dapat menjadi mitra kerja dengan Pemerintah Daerah Sumedang. “Kami berharap agar padepokan bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dalam penganggaran, terutama untuk prasarana dan fasilitas yang dibutuhkan,” harap Abah Entang.
Terkait hal ini, merujuk pada Perda No 4 tahun 2021 yang menyatakan bahwa olahraga lokal, termasuk pencak silat sebagai warisan khasanah budaya wajib mendapatkan pembinaan dan anggaran dari pemerintah.
“Padepokan Pencak Silat Putra Harapan berharap agar perhatian dan dukungan yang pantas dapat diberikan demi mengangkat martabat seni bela diri tradisional ini di tingkat lokal maupun nasional,” tandas Abah Entang.

Padepokan Pencak Silat Putra Harapan, yang telah mengharumkan nama Sumedang melalui prestasi gemilang di berbagai kejuaraan, kini memohon dukungan pemerintah setempat. Terlebih merujuk pada Perda No 4 Tahun 2021, perda mengamanatkan bahwa olahraga lokal, termasuk pencak silat sebagai warisan nenek moyang wajib mendapatkan fasilitas dan dukungan dari pemerintah.
Meskipun telah berhasil meraih prestasi di berbagai kejuaraan, Padepokan Pencak Silat Putra Harapan menyampaikan bahwa hingga saat ini mereka belum pernah menerima dukungan atau perhatian dari Pemerintah Daerah Sumedang.
Dalam rangka merayakan hari ulang tahun atau milangkala Padepokan Putra Harapan pada bulan Desember ini, sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi yang konsisten meraih juara dalam setiap pertandingan, padepokan ini memohon bantuan kepada pemerintah daerah. Sebagaimana diamanatkan Perda No 4 Tahun 2021, mereka berharap dapat memperoleh fasilitas yang diperlukan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas pencak silat di Sumedang.
Abah Entang, menyampaikan permohonan khusus kepada Pemerintah Daerah Sumedang. “Kami mohon dukungan berupa fasilitas berupa satu paket kendang, terompet, dan goong. Dukungan ini tidak hanya akan memeriahkan acara milangkala kami, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung perkembangan olahraga tradisional di daerah kami,” pinta Abah Entang.(rik)






