RADARSUMEDANG.id, KOTA — Ditengah rasa ketakutan akan gempa susulan yang berlangsung selama dua hari di wilayah Kabupaten Sumedang, sejumlah pengguna media sosial justru malah memperkeruh keadaan dengan menyebarkan hoax atau kabar bohong.
Berdasarkan pantauan Radar Sumedang yang diperoleh dari berbagai akun media sosial, setidaknya ada dua hoaks yang cukup membuat khawatir masyarakat yang beredar di luas di pesan berantai WhatsApp.
Hoax pertama menunjukkan sebuah gambar visual berupa video berdurasi kurang dari dua menit yang memperlihatkan arus lalu lintas di ruas jalan Cadas Pangeran yang tersendat akibat adanya longsoran tanah yang menutup setengah ruas jalan.
Terlihat juga satu unit minibus mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsoran berupa batu cadas besar juga tanah dari atas perbukitan Cadas Pangeran.
Sontak pengendara lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian, mencoba membantu korban yang merupakan pengendara juga penumpang minibus. Bahkan sang perekam video juga tampak membantu evakuasi seorang ibu dan bayi.
Potongan video ini pun viral di pesan berantai hingga banyak yang menduga kejadian itu terjadi hari ini.
Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan bahwa cuplikan video tersebut merupakan video lama peristiwa bencana longsor di Cadas Pangeran tahun 2022.
Kapolres juga memastikan pihaknya saat ini tengah melakukan pemburuan terhadap penyebar video lama longsor Cadas Pangeran.
“Video lama itu telah menimbulkan keresahan di masyarakat, padahal video itu merupakan kejadian tahun 2022. Makanya, kami langsung ke titik lokasi video itu, untuk mengcounter bahwa saat ini kondisi di Cadas Pangeran dalam keadaan aman,” kata Kapolres di Jalan Cadas Pangeran, Selasa (2/1/2024).
Kendati demikian, dirinya memastikan bahwa video tentang peristiwa bencana longsor di Cadas Pangeran yang kini dibagikan melalui pesan berantai itu dipastikan pernah terjadi pada tahun 2022 silam.
“Namun masalahnya, penyebar video tersebut, justru malah memberikan penjelasan bahwa itu merupakan video saat ini. Ini tentunya sangat disayangkan mengingat dampaknya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Sumedang yang sedang dilanda bencana gempa bumi,” terang Kapolres.
Ia menambahkan counter video longsor ini dilakukan dalam rangka memastikan, sekaligus memberikan rasa aman kepada warga, khususnya warga di Kabupaten Sumedang, yang kini sedang dilanda bencana gempa bumi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat supaya jangan khawatir dengan kondisi Cadas Pangeran. Pokoknya, kami tegaskan bahwa kondisi Cadas Pangeran saat ini aman dan bisa dilalui oleh para pengguna jalan,” ujarnya.
Sementara hoaks kedua terdeteksi oleh Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang.
Yang mana pada Rabu (2/1/2024) ditemukan sebuah gambar tangkap layar dari sebuah narasi WhatsApp yang ditulis oleh salah satu akun.
Narasi itu memberikan informasi bahwa akan ada gempa susulan di Sumedang berkekuatan 7.0 Skala Richter menurut penelitian BMKG.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfosanditik, Erick Febriant, setelah dilakukan penelusuran, kabar didalam story WhatsApp tersebut adalah hoaks dan termasuk kedalam kategori Misleading Content.
“Itu hoaks kang, karena dari BMKG belum sempat mengeluarkan atau mempublikasikan informasi apapun tentang gempa susulan di Sumedang. BMKG masih mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati untuk kemungkinan lebih lanjutnya,” ucap Erick saat dikonfirmasi Radar Sumedang via sambungan pesan instan. (jim)







