Ribuan Rumah Rusak Bakal Dapat Bantuan

oleh

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin memastikan warga yang rumahnya rusak akibat dampak rentetan gempa di Sumedang bakal mendapat bantuan untuk perbaikan rumah. Kategori besaran bantuan bervariasi. Rumah yang rusak berat akan diberi bantuan sebesar Rp 60 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan kategori rusak ringan Rp 15 juta.

“Sesuai dengan bantuan korban gempa Cianjur, yang rusak berat dapat bantuan Rp 60 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak ringan Rp 15 juta,” kata Pj Gubernur Bey, saat meninjau kondisi pasien RSUD Sumedang, Rabu (3/1).

Berdasarkan data dari aplikasi Sitabah hingga Rabu siang, rumah yang rusak akibat gempa jumlahnya bertambah, menjadi total 1.136. Dengan rincian 876 rusak ringan, 136 rusak sedang, dan 124 unit rumah rusak berat.

“Tapi ini belum diverifikasi. Artinya rumah-rumah itu dicatat sesuai standar,” ujar Bey, didampingi Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman.

Sementara itu, Pemda Sumedang juga mendapat bantuan berupa tenda operasi darurat. Tenda khusus tersebut sudah didirikan di halaman depan RSUD Sumedang.

“Kemarin Kadinkes Sumedang dan Dirut RSUD Sumedang meminta bantuan tenda operasi, dan itu sudah langsung direspon oleh Menteri Kesehatan, jadi sudah ada,” imbuhnya.

Sementara itu, ratusan pengungsi di Lingkungan Babakan Hurip Kelurahan Kotakaler Kecamatan Sumedang Utara, mengaku membutuhkan palet kayu untuk penunjang alat tidur.

Selama tiga hari terakhir, para pengungsi tidur dengan beralaskan terpal di tenda pengungsian, sehingga bantuan palet kayu menjadi kebutuhan mendesak. Selain palet kayu, pengungsi juga membutuhkan matras dan obat-obatan.

Hani Haryanti, salah seorang pengungsi menyebut, palet kayu dan matras menjadi kebutuhan utama mengingat kondisi musim hujan. Para pengungsi mengalami kebasahan saat hujan turun, dan bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan situasi.

“Yang sangat diperlukan adalah palet kayu dan matras, terutama sekarang cuaca sedang hujan. Saat tidur di tenda, pengungsi mengalami kebasahan,” ujar Hani.

Ia menambahkan, meskipun mengalami kesulitan selama hujan di tenda pengungsian, warga tetap bertahan di sana karena masih trauma dan takut terjadi gempa susulan. Terlebih lagi, mereka yang memiliki bayi membutuhkan perhatian khusus.

Amin, warga lainnya, menuturkan bahwa air masuk ke tenda saat hujan karena para pengungsi tidak memiliki palet kayu saat tidur. Oleh karena itu, bantuan palet kayu diharapkan dapat segera diberikan untuk mengatasi masalah kebanjiran di tenda pengungsian.

“Kami membutuhkan palet dengan segera, karena ketika hujan, tenda kami tergenang air. Kami masih takut untuk pulang ke rumah karena masih ada ketakutan dan trauma,” ujarnya.

Selain di tenda pengungsian, ratusan warga masih memilih tidur di teras rumah maupun halaman rumah. Terlebih, gempa bumi masih mengguncang Sumedang, meskipun dengan kekuatan magnitudo kecil. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.