SMPN 1 Sumedang Alami Kerusakan Paling Berat

oleh

RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Empat bangunan satuan pendidikan tingkat SMP di wilayah Kabupaten Sumedang mengalami kerusakan parah akibat diguncang gempa bumi Sumedang di malam pergantian tahun baru 2024 lalu.

Salah satunya sejumlah ruangan di gedung SMPN 1 Sumedang yang mengalami kerusakan parah sehingga SMPN 1 Sumedang menjadi SMP dengan kerusakan paling parah.

Berdasarkan pantauan Radar Sumedang di SMPN 1 Sumedang, sedikitnya ada dua ruangan yang ambrol di bagian plafon ruangan. Bahkan estimasi plafon yang ambrol mencapai 95 persen sehingga kondisi ruangan dipenuhi plafon.

Menurut Kepala SMPN 1 Sumedang, Drs. Edeng Sutarya, M. M.Pd., ada dua ruangan yang mengalami kerusakan. Pertama ruang kelas dan kedua ruang laboratorium akibat guncangan kedua yang sudah tidak sanggup lagi menahan

“Guncangan pertama sangat kuat sekali menimbulkan kerusakan yang cukup signifikan dan hampir semuanya. Kemudian gempa yang kedua memang tidak terlalu besar, namun karena kondis bangunan sudah retak dan sudah banyak yang retak. Tapi ternyata itu pun sangat berpengaruh pada kerusakan yang ditimbulkan di laboratorium dan ruang kelas,” kata Edeng kepada Radar Sumedang di kampus SMPN 1 Sumedang, Rabu (3/1/2024).

Lebih lanjut kata Edeng, untuk penanganan kerusakan yang sifatnya ringan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan komite sekolah dari dana bantuan orang tua siswa seperti genting juga retakan-retakan kecil.

“Akan tetapi untuk perbaikan yang sifatnya memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar. Kami sedang membahas dengan pemerintah,” terangnya.

Adapun menjelang tahun ajaran baru pihaknya berencana melakukan metode pembelajaran daring selama tiga sampai empat hari melalui virtual zoom dan lain sebagainya. Mengingat pihak sekolah sudah mempunyai pengalaman saat situasi dan kondisi Covid-19.

“Untuk sementara kami masih menunggu hasil asesmen dari PUTR dan apabila harus dilakukan KBM. Maka kami akan memberlakukan shifting (shift pagi dan siang) sehingga siswa tetap nyaman dalam belajar,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Sarana Prasarana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Indra Wahyudinata menyebutkan bahwa pihaknya turut prihatin atas kejadian ini.

Disebutkan untuk bangunan sekolah yang terdampak gempa telah dilakukan assessment, hasilnya ada 26 sekolah (data sementara belum update).

“Diantaranya 17 SD, 4 SMP dan 5 PAUD termasuk TK dan Kober. Mohon doanya kami akan berusaha keras guna membantu sekolah dengan cara menggeser anggaran supaya segera diperbaiki dan peserta didik nyaman lagi masuk sekolah,” sebut Indra.

Diakui Indra, SMPN 1 Sumedang menjadi sekolah tingkat SMP yang paling paling parah meskipun masuk kategori sedang. Diantaranya tembok retak-retak, plafon ruangan ambruk pasca gempa susulan.

Lokasi sekolahnya pun tersebar seperti di Kecamatan Sumedang Selatan, Cisarua, Ganeas Pamulihan, Sukasari, dan Cimalaka yang paling banyak di Kecamatan Sumedang utara dan Selatan.

“Intinya kami kemarin dengan Pj Bupati Sumedang langsung menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan. Kemudian untuk sementara sekolahnya menggunakan zoom lagi tapi khusus untuk SMP 1, guna antisipasi saja. Namun ada juga yang sekolah seperti biasa jika ruang kelasnya masih layak dipakai dan aman, maka dibagi dua shift kelas pagi dan siang,” jelas Indra. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.