RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, program KKN tematik gotong-royong membangun desa putaran kedua akan kembali dilakukan oleh 51 perguruan tinggi. Kata Herman, KKN tematik akan digelar di 244 desa dan 7 kelurahan di wilayah Kabupaten Sumedang, yang rencananya akan digelar pada akhir bulan Januari 2024.
Adapun indikator kinerjanya bagaimana meningkatkan literasi masyarakat miskin, mewujudkan new zero stunting, meningkatkan daya saing desa. Selain itu lanjut Herman, melalui KKN tematik juga didorong untuk melakukan inovasi di desa juga pusat kesejahteraan sosial (puskeksos).
“Puskeksos ini belum mandiri semua sehingga mudah-mudahan dengan KKN tematik membangun desa bahu membahu dengan unsur karang taruna juga puskeksos di Sumedang bisa mandiri semua. Kalau puskeksos mandiri tentu bisa membantu warga masyarakat miskin difasilitasi sehingga ke depan yang miskin bisa ditingkatkan kesejahteraannya,” kata Herman kepada Radar Sumedang usai melakukan rapat persiapan KKN tematik di Aula Korpri, Rabu (17/1/2024).
Untuk kemiskinan, di akhir tahun ini bisa tembus 1 persen. Terlebih untuk tahun ini angka kemiskinan turun di angka 0,78 dan di tahun 2024 ditargetkan bisa turun 1 persen.
Kendati demikian disinggung menegaskan potret keberhasilan pada KKN tematik putaran pertama di 26 desa percontohan selama empat bulan. Herman menyebutkan hasilnya bagus-bagus dan berhasil meningkatkan kualitas pembangunan desa, pemberdayaan desa dan pelayanan publik.
“Untuk kemiskinan, masyarakat ekstrim di 26 desa diedukasi satu persatu oleh mahasiswa, karang taruna dan kader posyandu diedukasi satu persatu, mengenai bagaimana mengurus BPJS, mengurus pekarangan rumah sehingga masyarakat literasi-nya meningkat. Karena sejatinya, kemiskinan itu tidak harus charity diberi dan diberi tapi bagaimana diberdayakan,” sebut Herman.
Bahkan ditambahkan Herman, sejauh ini dirinya belum menerima ada laporan dari 26 desa itu kasus stunting baru.
“Jadi dalam kurun waktu empat bulan ini saya belum mendengar atau laporan yang masuk kasus stunting baru di 26 desa percontohan itu, berarti bayi dan anak-anak sehat semua. Kemudian dari sisi produk ada produk baru dan ada produk lama yang naik kelas misalkan ada pengelolaan magot, olahan makanan, kemudian pengelolaan sampah sampai hydro power,” jelas Herman. (jim)







