LLDIKTI Wilayah IV Menilai KKN Tematik di Sumedang Sukses

oleh
Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman saat bersama mahasiswa KKN Tematik lewat Videotron di PPS, Rabu (24/1/2024).

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kepala LLDIKTI wilayah IV, Samsuri mengatakan pada umumnya ketika mahasiswa turun ke desa yang dinamakan KKN selama satu bulan. Namun dirinya menganggap ada sesuatu di Sumedang berbeda. 

Karena melalui gotong royong mandiri membangun desa, Kabupaten Sumedang adalah pionir pertama yang melaksanakan program pemerintah yang sudah disiapkan.

“Perguruan tinggi yang berpartisipasi selama 4 bulan ini sesuai dengan kurikulum merdeka belajar, yang dikonversi menjadi 20 SKS. Program ini saya lihat sukses dengan pilot-ing satu kecamatan satu desa,” kata Samsuri kepada Radar Sumedang di PPS, Rabu (24/1/2024).

Adapun tahun ini pihaknya ingin mencoba seluruh desa. Mengingat pada putaran pertama baru 26 kecamatan dan 26 desa.

Sementara berdasarkan data hari ini sudah 1110 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabar dan Banten yang telah mendaftar, dengan target 2510 mahasiswa.

“Kalau tahun lalu ada 2 PTN, sekarang ada 6 PTN dan 111 PTS, kita lihat satu minggu kedepan akan bertambah lagi. Kemudian waktunya nanti setelah pemilu, karena kita tahu mahasiswa juga akan memilih sehingga tidak mengganggu proses demokrasi sehingga kita akan fasilitasi di tanggal 15 februari. Dari situ akan dilakukan pembekalan secara virtual termasuk pembekalan potensi desa sehingga saat turun dipastikan sudah ready,” ujarnya.

Sebagai informasi KKN Tematik Gotong Royong Membangun Desa (GRMD). Peserta KKN merupakan Mahasiswa yang terdiri dari 48 perguruan tinggi ini telah kembali ke kampusnya setelah melaksanakan KKN di 26 desa selama empat bulan sejak September lalu.

Pada kesempatan itu Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, untuk KKN Tematik putaran II, indikator kinerja utamanya (IKU) ditambah menjadi lima dari sebelumnya tiga.

Kelima indikator tersebut yakni, membantu menangani kemiskinan, mencegah stunting, meningkatkan daya saing desa dengan One Village One Product, mendorong inovasi di desa dengan program One Village One Inovation dan meningkatkan status Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

“KKN Tematik ini merupakan Ikhtiar pemerintah dalam mengkolaborasikan antara gotong royong dengan teknologi informasi dan antara antar kekuatan masyarakat dengan perguruan tinggi. Dengan KKN tematik ini, saya harap pembangunan desa bisa lebih optimal sehingga masyarakat bisa sejahtera,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.