RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Kepala Bapenda Sumedang, Rohana mengajak semua pihak untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD, yang salah satunya melalui kunjungan wisata ke destinasi wisata yang sudah ada di semua wilayah Kabupaten Sumedang.
Adapun rinciannya, pendapatan dari sektor pajak Rp 297 miliar. Pendapatan bisa dicapai sesuai target 100 persen jika semua kompak dan sabilulungan. Mudah-mudahan Bapenda bisa mendorong dan merealisasikan pendapatan yang telah ditargetkan di tahun 2024,” katanya.
“Sumedang mempunyai tempat yang bisa dijadikan lokasi kegiatan yang menyatu dengan alam, dan dampak dari kegiatan yang dilaksanakan di lokasi wisata. Maka dapat meningkatkan pendapatan daerah khususnya dari retribusi pengelolaan kekayaan daerah,” kata Rohana saat menggelar Kick Off Meeting Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tema ‘Beyond Sehati Menuju Juara di Hati Rakyat’ di alam terbuka Tahura Gunung Kunci, Selasa (6/2/2024).
Kata dia, Sumedang mempunyai Tahura Gunung Kunci dan Gunung Palasari yang lokasinya berdampingan.
“Sebetulnya tahura ini menjadi potensi yang harus dikembangkan, sehingga dari dua sumber potensi ini bisa meningkatkan pendapatan di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Dirinya juga mengajak bisa mensinergikan dengan SKPD lain untuk mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Sumedang bisa dikenal masyarakat luas.
Dengan demikian, pada kesempatan ini pihaknya juga ingin memberikan contoh kepada seluruh masyarakat, SKPD, BUMN/BUMD bahwa Sumedang mempunyai potensi wisata.
“Karena tahura yang ada di Sumedang bisa dijadikan wisata sejarah, dan ini menjadi daya tarik karena berbeda dengan tahura yang ada di daerah lain. Selain itu dengan kegiatan ini akan memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ucapnya seraya menambahkan pendapatan Kabupaten Sumedang di tahun 2024 kurang lebih senilai Rp 3 triliun.
Senada, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati berharap Pemda Sumedang akan mencapai PAD dengan gotong royong dan bahu membahu serta membasmi ‘pasalingsingan’.
“Dalam arti tidak terkotak-kotak, tetapi jajaran Bapenda ini merupakan katalisator bagi peningkatan pendapatan Kabupaten Sumedang sebagai leverage. Karena jika kita membangun Sumedang Beyond Sehati untuk juara di hati rakyat, tidak mungkin kalau tanpa pendapatan,” tuturnya.
Dirinya juga memastikan dalam waktu dekat akan membuat surat edaran kepada ASN agar rapat-rapat yang biasa dilakukan di dalam ruangan, setidaknya dapat dilakukan di tempat terbuka seperti di tahura Gunung Kunci juga tempat dengan alam terbuka lainnya di Sumedang.
“Kita coba kalau rapat itu di tempat sejuk seperti ini sehingga suasananya happy dan inspirasi itu mudah didapatkan. Saya akan coba buat surat edaran sehingga kalau suasananya rileks seperti ini ide-ide kreatif akan mudah tersampaikan dan keputusan yang dihasilkan juga membuat bahagia,” katanya. (jim)







