RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kepala Subkor Pelayanan Primer Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Sidik, mengatakan berdasarkan kajian dari beberapa universitas termasuk UGM faktor paling dominan yang menyebabkan kematian pada petugas KPPS adalah faktor kelelahan ditambah dengan punya penyakit darah tinggi atau asma atau penyakit pemberat lainnya.
Ia menggambarkan lima hari pasca pemilu merupakan titik kritisnya karena ada penghitungan dari siang sampai malam hari. Pasalnya pada jam-jam tersebut petugas KPPS dipastikan akan mengalami tingkat stress tinggi dan tekanan mental.
Bahkan 5 penyakit terbanyak yang biasa dialami adalah penyakit dengan gangguan jantung, cardiovascular, hipertensi, dan stroke sehingga sejak jauh-jauh hari petugas Dinas Kesehatan yang disebar di semua kecamatan melakukan pengecekan tekanan darah, gula dan kolesterol.
Tiga pengecekan itu kata dr. Sidik merupakan pemeriksaan penting mengingat tiga unsur itu merupakan cikal bakal penyakit cardiovascular yang ditengarai menjadi penyebab terbanyak kematian 5 tahun lalu.
Bahkan menurut dr. Sidik saat ini rata-rata petugas KPPS merupakan laki-laki dan rata-rata merupakan perokok. Sementara yang meninggal 5 tahun lalu rata-rata merupakan perokok.
“Saat dilakukan screening bukan sebatas pemeriksaan orangnya, tapi juga edukasi dan penekanan. Karena ternyata diantara yang diperiksa baru tahu kalau mereka darah tinggi dan tidak dirasa kalau lagi pusing saja baru berobat atau hanya tahu kalau terasa saja. Itulah yang tadinya menjadi faktor pencetus kematian artinya penyakit yang memperberat, tiba-tiba serangan jantung karena tidak terdeteksi,” kata dr. Sidik kepada Radar Sumedang belum lama ini.
Kendati demikian disinggung mengenai mayoritas petugas KPPS merupakan usia-usia muda hal itu tidak menjamin akan jatuhnya kematian. Mengingat jika usia muda pola hidupnya tidak sehat bahkan jorok. Tetap saja akan ada dampak signifikan saat ada tekanan maupun kondisi sedang down.
“Waktu itu saya juga termasuk yang mengingatkan bahwa menjaga kesehatan adalah yang lebih utama ketimbang nanti mengobati. Kalau ada keluhan segera koordinasi dengan kami, dan jangan dianggap penyakit biasa. Mengingat beban kerja teman-teman KPPS luar biasa dibanding dengan aktivitas seperti biasa,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya, berdasarkan pengalaman pemilu 2019, terjadi kasus kematian yang dialami oleh para penyelenggara pemilu saat menjalankan tugasnya.
Bahkan berdasarkan data, di Jawa Barat saja tercatat ada 177 penyelenggara pemilu yang meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.
Menurut Kepala Subkor Pelayanan Primer Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Sidik, Dinas Kesehatan pada pemilu tahun ini melakukan upaya preventif, promotif dan screening.
“Bedanya kalau tahun ini kita ada screening pemeriksaan tensi darah, kolesterol sama gula. Bahkan petugas nakes dari puskesmas di tiap kecamatan berdasarkan arahan dari Kemenkes siaga 24 jam H-1 dan H+5 pemilu. Karena lima hari pasca pemilu merupakan titik kritisnya karena ada penghitungan dari siang sampai malam hari,” kata dr. Sidik di Dinas Kesehatan, Selasa (13/2/2024).(jim)







