Dr. Zainal Abidin Soroti Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan Presidensial

oleh
Sumber foto: Kanal Media Unpad

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Dalam sebuah opini yang diterbitkan sehari sebelum Pemilihan Umum Presiden, Dr. Zainal Abidin, seorang Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor kunci yang tidak boleh diabaikan dalam kepemimpinan politik, terutama bagi seorang presiden.

“Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengelola emosi negatif dan dorongan impulsif, yang menjadi landasan untuk perilaku etis dalam kebijakan politik seorang presiden,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Radar Sumedang. 

Ia mengaku, hal tersebut merupakan elemen esensial yang harus melekat pada setiap pemimpin, terutama presiden sebagai pemimpin tertinggi dalam suatu negara.

“Pendapat saya didasarkan pada kajian terhadap teori Fred I. Greenstein, seorang ilmuwan politik dan psikolog politik Amerika Serikat. Greenstein menyoroti enam karakteristik yang membentuk kepemimpinan presidensial, di antaranya adalah kecerdasan emosional,” katanya. 

Dr. Zainal menjelaskan bahwa kecerdasan emosional memengaruhi kemampuan seorang presiden dalam berkomunikasi dengan publik, memimpin secara efektif, menyelesaikan konflik politik, merumuskan visi kebijakan, dan memecahkan masalah politik dengan cerdas.

“Meskipun seorang presiden mungkin memiliki kelebihan dalam karakteristik lainnya, namun rendahnya kecerdasan emosional berpotensi menimbulkan masalah yang serius dalam pelaksanaan tugas-tugasnya sebagai pemimpin negara,” ucapnya. 

Oleh karena itu, Dr. Zainal mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap presiden yang memiliki masalah dalam kecerdasan emosionalnya.

“Kecerdasan emosional adalah faktor determinan paling penting dalam kepemimpinan presidensial. Tanpa kecerdasan emosional yang memadai, kemungkinan besar akan muncul hambatan yang signifikan dalam menjalankan tugas-tugas sebagai seorang presiden,” tandasnya. (tha)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.