Empat Rumah Rusak Terseret Tanah Bergerak 

oleh

RADARSUMEDANG.id, KOTA – BPBD Sumedang menghimbau kepada warga masyarakat RW 04, Dusun Babakan Cikamuning, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan agar mengevakuasi diri saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sebab wilayah Cikamuning terjadi pergeseran tanah.

“Himbauan kepada warga di sekitar situ aar berhati-hati, terutama saat turun hujan, tidak menutup kemungkinan pergerakan tanah ini masih terjadi, karena dibawah permukiman itu tebing, jadi masyarakat akan terancam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, Kamis (29/2).

Dikatakan, ia bersama Forkopimcam telah meninjau langsung lokasi tersebut pada Rabu kemarin. Dari hasil assessment tersenut, terdapat retakan tanah yang memanjang hingga sekira 2 kilometer. 

“Ada tanah yang ambles hingga sedalam 1,2 meter. Kalau untuk saat ini rumah yang terdampak ada 7, 4 diantaranya rusak, sementara 3 lainnya terancam,” ujarnya.

Disebutkan, pergeseran tanah di Babakan Cikamuning sudah terjadi sejak 2019, namun dampaknya masih kecil. Baru pada bulan Februari ini intensitas pergerakan tanah semakin tinggi.

“Kami akan melayangkan surat ke PVMBG untuk memohon bantuan masalah kajian tanah. Kami juga mengontak BMKG apakah ini masuk kategori sesar atau bukan,” ucapnya.

Direncanakan, dalam satu atau dua hari kedepan akan dilakukan penelitian bersama BMKG maupun PVMBG ke lapangan, sehingga bisa diketahui penanganannya akan seperti apa.

“Untuk penghuni rumah yang terdampak sudah dievakuasi ke rumah-rumah yang aman, kemudian kami pasok logistiknya,” tuturnya. 

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak, Susanti (34) menuturkan, pergerakan tanah sudah mulai dirasakan warga sejak sekira satu bulan terakhir. Akibat terseret pergerakan tanah, rumah Susanti kini rusak berat, dan tak lagi dihuni.

“Rumah saya rusak berat, tanah juga sampai ambles semeter lebih. Sekarang juga tinggal di rumah kakak di atas, tapi rumahnya terancam juga,” ujar Susanti.

Pergerakan tanah kata Susanti, terjadi secara bertahap, terutama setelah diguyur hujan. 

“Bergeraknya itu nggak sekaligus, tiap hari paling 5 sentimeter, hujan nggak hujan pasti ada pergerakan,” kata dia.

Warga pun berharap pemerintah baik ditingkat desa, kecamatan, hingga daerah mencarikan solusi penanganan pergerakan tanah tersebut. Termasuk, jika harus direlokasi, maka tempatnya harus layak. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.