RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kabupaten Sumedang, H Thomas Darmawan merespon soal kenaikan harga beras yang terjadi di seluruh Indonesia termasuk juga di Kabupaten Sumedang.
H Thomas mengatakan, jika melihat fenomena di Sumedang stok beras untuk bulan suci Ramadan sampai 3 bulan ke depan, baik di Bulog dan Dalog sudah mencukupi.
“Kondisi petani sekarang dihadapkan pada El-Nino sehingga petani memperoleh bantuan dari pemerintah. Betul memang bahwa suplai beras kita terganggu dari yang petani. Tetapi suplai beras dari pemerintah itu cukup untuk ramadhan dan lebaran,” kata H Thomas di sela Mukab Kadin Sumedang ke-8 di Hotel Asri, Plaza Asia Sumedang, baru-baru ini.
Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terlalu khawatir dengan kondisi saat ini berkaitan dengan harga beras.
“Justru saya melihat tidak ada urgensinya masyarakat harus panik terhadap harga beras. Karena dalam waktu dua sampai tiga minggu kedepan akan diguyur oleh pemerintah beras dari stok beras pemerintah baik dari Bulog dan dalog,” ujarnya.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Sajidin menyebutkan, fenomena El-Nino menjadi penyebab utama sehingga berimbas pada kelangkaan gabah dan harga beras naik.
“Kalau saja kita persiapkan pengairan dengan baik dan benar, ketika kekeringan. Minimal di Sumedang terkendala produksi padinya,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/3/2024).
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang tak henti-hentinya bekerjasama dengan Bulog untuk menggelar operasi pasar murah sebagai subsidi harga.
“Di Bulog itu harga Rp 53 ribu per 5 kilogram disubsidi oleh perbankan Rp 3 ribu sehingga Rp 50 ribu per kilogram. Termasuk dari APBD juga ada subsidi untuk telur daging komoditas lainnya Rp 2000 per kilogram,” jelas Sajidin. (jim)






