RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, indeks literasi dan numerasi Sumedang relatif baik.
Hanya saja, persoalannya terkait dengan literasi dan pendidikan ini, sebagian dari masyarakat kurang begitu memberikan atensi terhadap dunia pendidikan.
“Jika diibaratkan, ini adalah lari maraton bukan lari sprint. Kami memberikan perhatian serius terhadap pendidikan baik dari sisi peningkatan kompetensi guru, dari sisi sarana prasarana, dan dari sisi kontennya. Ini jelas tidak akan langsung terasa, karena bagi pendidikan, sekarang kita bangun maka sepuluh sampai dua puluh tahun kedepan baru akan dirasakan hasilnya,” kata Herman di sela Anugerah Vidya Caryena dan Gelar Pendidikan di GOR Tadjimalela, Rabu (6/3/2024).
Karenanya melalui kegiatan ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang sedang menyiapkan Visi Literasi Sumedang 2030.
Menurut Herman, literasi menjadi sangat penting, karena literasi adalah kunci sebuah daerah bahkan negara.
“Kami akan membuat grand desain dan peta untuk mewujudkan masyarakat Sumedang yang literat, termasuk untuk anak-anak sekolahnya. Kalau itu bisa diwujudkan, Sumedang akan terdepan di Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Selain itu dengan adanya Anugerah Vidya Caryena untuk tokoh pendidikan, guru, siswa berprestasi, kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang tahun 2024 harus lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Contohnya untuk indeks literasi dan numerasi harus ditingkatkan. Tapi dibandingkan dengan yang ideal masih sangat jauh,” ucapnya.
Dengan demikian, literasi menjadi sangat penting, karena literasi kunci sebuah daerah bahkan negara.
“Jika daerahnya ingin maju, kemiskinan dan penganggurannya ingin diturunkan, maka kuncinya adalah literasi. Jika masyarakatnya literat dan tentu dimulai dari anak-anaknya literat. Maka nanti pembangunan di Sumedang akan melesat, dan yang diuntungkan adalah masyarakat,” pungkas Herman.
Dalam acara tersebut diberikan beberapa penghargaan diantaranya penghargaan peraih prestasi kepada Sekretaris Disdik Eka Ginanjar Kurniawan.
Kategori peserta didik, Zalfa Zahira Rubiyan Sakhi dari SD AR RAFI BHS Sumedang peraih A Winner pada event 2023 Metropolis Through Children’s Eyes International Youth Drawing Contest. Annisa Ramadhani (SDN Sirahcai Jatinangor) juara 2 Maca Sajak Putri pada Festival Tunas Bahasa Ibu dan Muhammad Fakhri Al Aziz Siddiq (SMP Al Masoem) juara 3 renang 100 meter gaya bebas putra pada OSN Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Untuk kategori tokoh pendidikan diberikan kepada Moch. Budi Akbar dan Suhadi (Disparburpora), Prof. Sumar Handayana (UPI Bandung), Prof. Dr. Dinn Wahyudin, MA (UPI Bandung) dan Ipan Hidayatulloh (SMPN 2 Wado).
Penghargaan Kategori Pendidik :1. Ijudin (SDN Maruyung 1) juara 1 kategori karya paling menginspirasi pada Semarak Karya HGN. Tarsah Ratmayanti (SDN Paripurna) juara 3 kategori Transisi PAUD ke SD pada Semarak Karya HGN. Lungguh Puri Pramswari (SDN Cilengkrang) peraih medali emas bidang matematika pada Olimpiade Sains Nasional GEMANESIA.
Kemudian Sulistyawati (SDN Sinargalih) Guru Motivasi Literasi dalam lomba Indonesia Menulis. Diki Koerniadi, S.Pd (SMPN 1 Cimalaka) juara 1 pada ASN Teladan Akademik Tingkat Nasional.. Enung Titin Agustikawati, M.M (SMPN 1 Cimalaka) terbaik 1 pada Kepala SMP Inovatif. (jim)





