RADARSUMEDANG.id, KOTA–Kepala Bidang Kebudayaan pada Disparbudpora Kabupaten Sumedang, M Budi Akbar mengatakan, rencana Kawasan Geopark Jatigede dinilai sudah memiliki tiga unsur penting yaitu unsur geologi, biologi dan kultur.
Dari unsur geologi yang dicatat oleh saya ada sekitar 1300 warisan budaya benda maupun tak benda baik yang sudah ditetapkan maupun objek cagar budaya, itu sangat berlimpah potensi budaya
“Dari tiga unsur tadi minimal harus dicari 10 yang harus memenuhi indikator. Langka, unik, berdampak pada ilmu pengetahuan dan diminati jadi bisa menjadi magnet bagi yang datang. Kemudian dari sisi geologi, ada misalkan 10 tinggalan geologi, di Sumedang ada temuan kepurbakalaan bebatuan, panas bumi, air asin,” kata Budi kepada Radar Sumedang, Jumat (8/3/2024) di ruang kerjanya.
Adapun kata Budi, pihaknya juga harus bekerjasama dengan perguruan tinggi. Karenanya, Disparbudpora lanjut Budi telah minta ahli dari ITB, Professor Dani untuk merancang usulan.
“Kemudian yang ke depan harus berperan adalah Bappppeda karena akan menjadi lintas sektoral juga. Termasuk Pak Bupati sekarang sangat mendorong, kawasan Geopark tingkat nasional (karena usulan Geopark tidak bertahap),” ujarnya.
Dirinya juga meminta masukan insan pers apabila ada potensi budaya yang belum terangkat. Kendati pihaknya sudah merumuskan.
“Misalkan benteng-benteng pertahanan peninggalan Belanda, fosil di Conggeang, Ujungjaya. Jadi bagaimana kawasan Geopark di Sumedang ini bisa mewakili beberapa kecamatan itu karena Geopark itu adalah satu kawasan khusus,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya, Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman mengatakan, rencana ini sedang dikaji oleh peneliti. Mengingat air Jatigede dipastikan terkoneksi dengan sungai di Lembah Cisaar yang merupakan tempat ditemukannya sejumlah benda-benda purbakala di Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo beberapa waktu lalu.
“Insya Allah kalau ini terwujud, maka wisatawan tidak hanya berwisata ke destinasi yang ada di Jatigede. Tapi akan ke kawasan Geopark Jatigede yang tentunya tidak dapat ternilai dengan uang,” kata Nandang kepada Radar Sumedang, Jumat (5/1/2024).
Ia meyakini, tahun ini kajian tentang kawasan Geopark Jatigede akan menambah animo masyarakat untuk datang ke Sumedang.
“Kalau museum sudah ada di Desa Jembarwangi. Maka nanti paket wisata Jatigede itu akan bertambah ke Geopark Jatigede,” ujarnya. (jim)






