Bos Tembakau Bangun Jalan Amblas dan TPT

oleh
H. Warta saat menunjukan jalan yang nyaris tergerus longsor

RADARSUMEDANG.id, SUKASARI – Selain membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalan Raya Tanjungsari-Genteng tepatnya di Dusun Ciwalahir, Desa Genteng Kecamatan Sukasari, pengusaha tembakau asal Sukasari, H. Warta Sodikin juga memperbaiki jalan amblas di Jalan Blok Daen menggunakan dana pribadi. 

“Jalan ini sangat sempit sekali, bahkan tanah dibahu badan perlahan-lahan mulai terkikis, sehingga warga berinisiatif membuat penghalang dengan bambu, agar kendaraan tidak terlalu menepi, karena takut kendaraan masuk kejurang,” ujar H. Warta kepada Radar Sumedang. 

Ia menambahkan, sebelumnya pernah amblas namun cepat diperbaiki, namun untuk kondisi bahu jalan yang terkikis sudah dibiarkan cukup lama, warga khawatir apabila dibiarkan seperti itu jalan akan tergerus longsor yang membuat warga kesulitan beraktivitas. 

“Tadinya tahun lalu saya mau memperbaiki jalan ini menggunakan dana pribadi, namun karena adanya dari Dinas yang membujuk saya agar tidak memperbaiki jalan sendiri sehingga tidak jadi, kata dari orang Dinas anggaran untuk perbaikan itu sudah ada, namun anehnya sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ujarnya. 

Anggaran yang sudah disiapkan untuk perbaikan tersebut, kata ia, terpaksa dialihkan untuk pembangunan TPT di Dusun Ciwalahir dan sekarang sudah rampung. 

“Saya sudah hampir 4 titik membangun TPT dibahu jalan, itu semua saya lakukan karena  peduli, keselamatan warga sangat penting meski bukan tanggung jawab saya, karena daerah sini sangat rawan tergerus longsor, di beberapa titik jalan terlihat abrasi tebing membuat warga secara ekonomis terganggu. Terutama saat akan memasarkan hasil pertanian,” tambahnya. 

Menurut H Warta, selain akses keselamatan warga. Saluran air dan TPT yang ada di Desa Genteng sangat berpengaruh terhadap area pertanian, persawahan yang berada di pinggir jalan. Sehingga, jika tidak diperbaiki jelas akan berdampak pada sektor pertanian yang mayoritas sebagai mata pencaharian warga di sana.

“Di beberapa titik terlihat seringkali ambrol dan merusak pesawahan yang berada di jalan Tanjungsari-Sukasari itu. Apalagi musim hujan seperti ini,” paparnya.

Dia menambahkan, dari 4 titik TPT yang dibangun, Termasuk memperlebar jalan yang awalnya hanya 6 meter menjadi 9 meter dirinya sudah mengeluarkan anggaran ratusan juta. Sehingga akses jalan yang masuk ranah jalan kabupaten menjadi leluasa terlebih banyak kendaraan besar yang sering melintas. (tha)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.