RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pembina FKDT Kabupaten Sumedang yang juga Bupati Sumedang periode 2018 – 2023 Dr H Dony Ahmad Munir, ST, MM memberikan motivasi kepada ratusan guru ngaji (TPA, TPQ dan DTA) dalam acara simbolis penyerahan insentif guru ngaji di Aula Kemenag Kabupaten Sumedang, Minggu (7/4/2024) lalu.
“Seluruh guru ngaji di Kabupaten Sumedang harus bersyukur dan bahagia karena menjadi sosok guru ngaji itu mulia sekali. Karena jika ada anak didik kita, para santri diniyah, TPA/TPQ menjadi anak yang soleh solehah, taat pada orang tuanya, niscaya pahalanya juga akan terus mengalir kepada para ustad ustadzahnya. Satu syaratnya harus ikhlas, belajar dengan hati dan mengajar itu tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja,” kata H Dony.
Menurut H Dony, jika mengajar dengan hati itu akan memberikan perbedaan pada saat diterima anak didik. “Ketika kita mengajar dengan ikhlas, mengajar dengan hati, dan tidak sekedar menggugurkan kewajiban, insya Allah anak didik kita pun akan bisa mengikuti pelajar dengan baik dan menghasilkan santri-santri yang pintar-pintar,” imbuhnya.
Apalagi sosok yang kembali digadang-gadang untuk melanjutkan kepemimpinan pada Pilkada Sumedang 2024 nanti, menandaskan jika saat ini guru ngaji menghadapi tantangan yang kompleks dan semakin berat.
“Sekarang tantangan kita dalam mendidik semakin kompleks, gangguannya luar biasa, seperti anak-anak lebih senang bermain games online daripada belajar mengaji. Nah, sekarang harus dibalik bisa tidak anak-anak malah semakin senang belajar mengaji daripada bermain games online,” tanyanya.

Dijelaskan H Dony, pasti bisa anak-anak lebih gandrung mengaji daripada kegiatan hura-hura. “Pasti bisa, caranya dengan membuat metode-metode mengajar kita yang lebih senang, yang lebih variatif, yang lebih menarik, yang mengikuti perkembangan zaman. Maka dari itu guru ngaji agar tidak bosan untuk mengikuti seminar-seminar, pelatihan-pelatihan, upgrading dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitasnnya,” tandasnya.
Di akhir sambutannya H Dony bertanya kepada seluruh guru ngaji terkait hasil dari kepemimpinannya memimpin Kabupaten Sumedang selama satu periode.
“Saya bersyukur bisa Selamat menjadi Bupati Sumedang. Ibu Bapak apakah selama saya memimpin Sumedang, Sumedang Tenang, Sumedang Aman, Sumedang Nyaman, Sumedang damai,” tanya H Dony kepada hadirin.
“Alhamdulillah,” jawab seluruh hadirin menjawab kompak.
H Dony kembali bertanya. “Apakah bupatinya macam-macam tidak, bupatinya neko-neko tidak, bupatinya galak tidak,” tanya H Dony lagi.
“Tidak,” jawab seluruh guru ngaji lagi.
Mendengar jawaban itu, H Dony kembali bertanya. “Kalau begitu apakah mau dipertahankan, apakah perlu dilanjutkan,” tanya Bupati Dony.
“Dilanjutkan,” jawab seluruh guru ngaji.
“Kalau begitu saat ini saya memohon doa restu insyaAllah saya akan kembali maju melanjutkan kepemimpinan di periode kedua untuk Bupati Sumedang periode 2024-2028,” timpal H Dony.(rik)





