RADARSUMEDANG.id, CISARUA – Jalan Desa Cisalak Kecamatan Cisarua, penghubung Dusun Sukaasih dengan Dusun Marasa terancam putus. Jalan tersebut ambles di RT 02 RW 06 Dusun Sukaasih. Jalan ambles sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar 30 centimeter.
Warga Dusun Sukaasih, Undang Hendrik menuturkan, jalan ambles tersebut dampak dari adanya pergerakan tanah yang terjadi pada 12 April 2024 lalu. Selain jalan ambles, pergerakan tanah juga menyebabkan 2 bangunan rumah rusak.
“Kejadiannya dua hari setelah lebaran kemarin. Awalnya tidak terlalu dalam, tapi karena intensitas hujan tinggi jadi amblesnya semakin parah,” kata Undang, Senin (22/4).
Ia mengatakan, wilayah tersebut memang kerap terjadi pergerakan tanah. Hal itu diduga akibat tanah yang labil.
“Jadi ini bukan karena apa-apa, memang tanahnya yang labil, jadi kalau hujan terjadi pergerakan tanah. Jalan yang amblesnya panjang sekira 30 meter, tapi kalau yang terancam sampai 300 meter,” ujarnya.
Amblesnya jalan membuat akses menuju dan dari Dusun Marasa terganggu. Sebab jalan tersebut merupakan akses utama menuju dan dari Marasa.
“Ini jalan utama, jalan umum, ada jalan lain ke perumahan tapi menanjak dan curam, untuk mobil apalagi truk sangat berbahaya,” ujarnya.
Warga lainnya, Ali Imron (53) mengatakan, adanya pergerakan tanah tersebut membuat rumahnya terancam. Ia mengaku khawatir pergerakan tanah meluas dan merusak rumahnya.
“Rumah saya tidak apa-apa, tapi kalau hujan saya tidak bisa tidur, karena takut tanahnya bergerak terus,” kata Ali.
Untuk sementara penanganan darurat dilakukan oleh warga bersama pemerintah desa. Untuk mencegah ambles yang lebih parah, kendaraan roda 4 atau lebih untuk sementara dilarang melintas.
“Sudah ditinjau oleh pemerintah desa, kecamatan, BPBD. Sudah dipasang alat pendeteksi pergerakan tanah. Kami berharap ada penanganan serius agar tidak membahayakan masyarakat,” imbuhnya. (gun)





