Maju di Pilkada Sumedang, Mantan Bos CBU Ingin Sejajarkan Sumedang dengan IKN

oleh
Yosep Rohimas, SE. MM., mantan pemilik PO bus antar kota antar provinsi (AKAP) Cahaya Bakti Utama (CBU) yang juga merupakan salah seorang tokoh budaya terkemuka di Sumedang usai melakukan pendaftaran bacakada ke DPC PKB Sumedang, Rabu (1/5/2024).

RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Salah seorang pelaku usaha di Kabupaten Sumedang menyatakan telah melakukan pendaftaran untuk bakal calon bupati dan wakil bupati ke DPC PKB Sumedang.

Ia adalah Yosep Rohimas, SE. MM., mantan pemilik bus antar kota antar provinsi (AKAP) Cahaya Bakti Utama (CBU) yang juga merupakan salah seorang tokoh budaya terkemuka di Sumedang.

Kepada Radar Sumedang, Yosep menyampaikan bahwa berdasarkan dinamika politik yang sedang hangat saat ini, DPC PKB Sumedang telah membuka diri secara bebas untuk tahapan kontestasi pilkada Sumedang 2024.

“Saya tergerak hati dan membuka diri secara langsung sebagai kandidat bakal calon kepala daerah di Sumedang, yang insya Allah dapat membawa berkah bagi masyarakat Sumedang,” kata Yosep.

Adapun secara latar belakang, dirinya merupakan mantan pemilik dari perusahaan transportasi ternama yaitu Perusahaan Otobus (PO) CBU. 

Dirinya juga berkiprah di bidang akademik sebagai dosen di salah satu kampus ternama selama 15 tahun. 

“Motivasi saya sederhana, saya hanya ingin punya amal jariyah di akhirat kelak. Saya hanya ingin mendatangkan sesuatu atau energi dari luar Sumedang ke dalam Sumedang supaya bermanfaat bagi masyarakat Sumedang. Walaupun nanti saya sudah meninggal, pahalanya mengalir terus sehingga bukan untuk warisan saya ke siapapun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumedang menurutnya merupakan daerah potensial yang tidak boleh tertinggal oleh ibu kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Oleh sebab itu jika terpilih, dirinya mempunyai sebuah mimpi untuk membangun Sumedang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Pasalnya pulau Jawa ke depan akan seperti kampung. Terlebih barometer Indonesia di tingkat internasional adalah IKN dengan konsep smart city sehingga daerah-daerah di pulau Jawa apabila tidak melakukan langkah-langkah antisipatif (memproteksi diri), maka kita dipastikan Sumedang akan tertinggal dengan kota sekelas IKN.

“Kita siapkan yang namanya KISS yaitu Kawasan Istimewa Sumedang Sukses yang saya ciptakan untuk memproteksi masyarakat Sumedang dari anti inflasi dan juga penciptaan domestik market. Supaya nanti ke depan tidak terlalu jauh antara IKN dengan Sumedang,” terang pelaku usaha asal Legok, Paseh ini.

“Kita harus lebih dulu jadi pionir dan piloting di pulau Jawa ini, dan syaratnya hanya satu yaitu guyub. Tanpa guyub, Sumedang itu non sense,” pungkasnya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.