Cimungkal Pertahankan Budaya Tani di Kaki Gunung Cakrabuana

oleh
BERCOCOK TANAM : Para petani sedang bercocok tanam di lahan pertanian. Masyarakat Desa Cimungkal mempertahankan budaya bertani.

RADARSUMEDANG.id, WADO – Desa Cimungkal, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, berkomitmen mempertahankan budaya tani sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Berada di kaki Gunung Cakrabuana, Desa Cimjngkal memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, terutama hasil bumi dan palawija.

Kepala Desa Cimungkal Dede Rustandi mengatakan, potensi lahan perkebunan di wilayahnya cukup besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat.

Karena itu, pemerintah desa berupaya memberikan fasilitasi guna meningkatkan produktivitas serta sumber daya di sektor perkebunan.

“Karena dari perkebunan pula masyarakat kami bisa menopang kebutuhan hidup,” kata Dede, Selasa (15/9).

Menurut Dede, mayoritas masyarakat Cimungkal masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor perkebunan. Kondisi tersebut menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk memastikan sektor pertanian tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan desa.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 4.000 jiwa, Dede berharap generasi muda Cimungkal tidak hanya mempertahankan tradisi bertani, tetapi juga mampu mengembangkan pertanian dengan dukungan teknologi dan pengetahuan yang lebih maju.

“Kami akan menjaga budaya tani dan mudah-mudahan generasi ke depan bisa lebih pintar ilmu pertaniannya,” ujarnya.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur di Desa Cimungkal terus mengalami perkembangan. Sejumlah akses jalan perkampungan telah diperbaiki dan dilapisi aspal. Pembangunan juga dilakukan pada fasilitas pemerintahan, keagamaan, sosial serta fasilitas umum lainnya.

Desa Cimungkal sendiri telah berusia 179 tahun pada 31 Agustus 2026. Memasuki usia tersebut, pemerintah desa memastikan karakter Cimungkal sebagai kawasan pertanian dan perkebunan akan tetap dipertahankan.

Dengan luas wilayah hampir 1.000 hektare, sekitar 80 persen di antaranya merupakan lahan perkebunan. Potensi tersebut membuat sebagian besar warga menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.

“Dengan modal lahan yang luas itu hampir 92 persen warga Cimungkal bergerak di bidang perkebunan,” kata Dede. (gun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.