RADARSUMEDANG.id, KOTA – Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Sumedang KH Sobihin menyebutkan, sebanyak 300 pondok pesantren dan 300 ustadz pondok pesantren di Sumedang telah menerima insentif.
“Yang sudah terealisasi Rp 2 miliar. Untuk saat ini disalurkan kepada 300 pondok pesantren. Masing-masing pimpinan pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp 2 juta, sedangkan ustadz Rp 500 ribu,” kata Solihin disela penyerahan insentif ustadz/ustadzah di Aula Tampomas, PPS, Kamis (2/5/2024) kemarin.
Adapun kata KH Sobihin, total pencairan pada tahap pertama sebesar Rp 950 juta dengan rincian untuk pimpinan pesantren dan ustadz sebesar Rp. 750 juta dan Rp. 200 juta untuk biaya operasional sekretariat dan kegiatan organisasi FPP Sumedang.
“Insyaallah pencairan tahap kedua akan dialokasikan untuk bantuan biaya operasional sekretariat pesantren serta berbagai kegiatan organisasi FPP Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Sohibin selaku pimpinan FPP berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam melaksanakan fungsi dan perannya dalam pembinaan generasi muda dan umat muslim di pondok pesantren dan sekitarnya.
“Momentum ini sebagai ajang untuk merumuskan berbagai hal yang sekiranya dapat dilaksanakan dan dapat memberikan kemanfaatan optimal baik bagi keluarga besar pesantren maupun kepada masyarakat secara keseluruhan,” ucapnya.
Sementara Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli menyebutkan, insentif yang diberikan sebagai wujud apresiasi dan kepedulian terhadap eksistensi pondok pesantren, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang memberikan bantuan insentif kepada pimpinan dan guru/ustadz pondok pesantren se-Kabupaten Sumedang
“Saya harap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan dalam menjalani kehidupan sekaligus motivasi dalam mengemban tugas,” sebut Yudia.
Ia juga mengajak para pimpinan pondok pesantren untuk menyamakan persepsi dalam rangka menguatkan komitmen bahwa pendidikan agama merupakan tanggung jawab semua pihak.
Yudia menambahkan, pada saat pemerintah kabupaten Sumedang fokus dalam penurunan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumedang, pesantren juga memiliki peranan penting dalam mengedukasi masyarakat serta memberdayakan umat.
“Tentunya ini tidak mungkin dapat dilaksanakan hanya oleh pemerintah saja, tetapi hendaknya didukung pula oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pimpinan dan seluruh elemen pondok pesantren, khususnya yang tergabung dalam forum pondok pesantren Kabupaten Sumedang,” tuturnya. (jim)





