Kapolsek Tanjungsari Ingatkan Siswa SMPN 1 Tanjungsari, Jauhi Bullying hingga Judi Online

oleh

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Kapolsek Tanjungsari AKP Asep Kusmana mengingatkan para siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari agar menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan. Mulai dari perundungan (bullying), tawuran, geng motor, penyalahgunaan narkoba, minuman keras (miras), judi online, hingga pelanggaran lalu lintas.

Pesan tersebut disampaikan Kapolsek saat menjadi pembina upacara bendera hari Senin sebagai bentuk edukasi dan upaya pencegahan kenakalan remaja sejak dini.

Ia menegaskan, para pelajar harus mampu menjaga pergaulan serta tidak mudah terpengaruh ajakan teman maupun lingkungan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.

Menurutnya, bullying bukan sekadar candaan. Perilaku mengejek fisik, warna kulit, kondisi ekonomi, hingga merekam dan menyebarkan video yang mempermalukan teman melalui media sosial merupakan bentuk perundungan yang dapat berdampak serius terhadap korban.

“Kalau kalian dibully, jangan diam. Laporkan kepada guru BK, orang tua, atau Bhabinkamtibmas. Kalau melihat teman dibully, jangan ikut tertawa. Bela teman kalian,” pesannya.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak terlibat tawuran maupun geng motor. Menurut Asep, keterlibatan dalam aksi kekerasan, terlebih membawa senjata tajam, dapat berujung pada persoalan hukum dan menghambat cita-cita mereka di masa depan.

Sebaliknya, ia mengajak para pelajar menyalurkan energi melalui kegiatan positif seperti olahraga, Pramuka, OSIS, dan futsal.

“Lebih baik energinya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Ikut olahraga, Pramuka, atau OSIS. Itu jauh lebih keren daripada ikut tawuran,” ujarnya.

Selain itu, Asep mengingatkan bahaya tiga hal yang disebutnya sebagai racun bagi generasi muda, yakni narkoba, miras, dan judi online.

“Kami meminta agar siswa tidak mudah tergiur tawaran mencoba narkoba maupun ajakan bermain judi online yang kerap beredar melalui WhatsApp dan Instagram,” tambahnya.

Menurutnya, judi online dapat membuat seseorang kecanduan. Awalnya ditawari kemenangan kecil, tetapi lambat laun bisa mendorong pelaku menghabiskan uang, bahkan mengambil uang milik orang tua.

“Kalau ada teman atau orang tidak dikenal yang menawarkan melalui WhatsApp atau Instagram, langsung blokir dan laporkan kepada orang tua. Jangan penasaran untuk mencoba,” tegasnya.

Tak kalah penting, Kapolsek juga menyoroti kedisiplinan berlalu lintas di kalangan pelajar. Ia mengingatkan masih adanya siswa SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah meskipun belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kalau siswa berkendara harus mematuhi aturan yang berlaku, selalu menggunakan helm berstandar keselamatan dan mengancingkannya dengan benar, tidak menggunakan knalpot brong, menghindari kebut-kebutan, serta tidak berboncengan lebih dari dua orang,” katanya.

Asep menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali berkendara. Sebab, ada orang tua yang menunggu kepulangan anak-anaknya di rumah.

“Sayangi nyawa kalian. Orang tua di rumah menunggu kalian pulang dengan selamat, bukan menunggu kabar kecelakaan,” pungkasnya. (tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.