RADARSUMEDANG.ID, CIMANGGUNG – Pemerintah Desa Mangunarga bekerja sama dengan PT Dwipapuri melakukan penutupan dan peralihan gerbang samping PT Dwipapuri Abadi yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah oleh oknum masyarakat.
Pemdes Mangunarga meminta kerjasama agar membuang sampah pada tempatnya sesuai fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Desa masing-masing. Bahkan penutupan gerbang tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menjadi peringatan bagi para oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ketua Karang Taruna Desa Mangunarga, Budi Permana, mengapresiasi langkah tersebut berdasarkan fakta banyaknya masyarakat yang membuang sampah di lokasi tersebut.
“Apakah pelakunya masyarakat Desa Mangunarga sendiri atau luar Desa Mangunarga sampai saat ini menjadi misteri,” ujarnya kepada Radar Sumedang, Senin (13/5).
Ia menambahkan, Kepala Desa Mangunarga pernah mengeluarkan sayembara dengan hadiah uang 500 ribu bagi siapa pun yang bisa menemukan orang yang membuang sampah sembarangan.
Meskipun Pemerintah Desa telah melakukan upaya dengan adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R di Ciparuang RW 02, namun masih banyak TPS yang belum terkelola dengan baik, sehingga beberapa sampah dibuang secara liar.
“Upaya penanganan sampah sudah banyak dilakukan oleh Pemerintah Desa Mangunarga dengan adanya TPS 3R di Ciparuang RW 02, namun hanya baru bisa menampung sampah di satu dusun saja yakni wilayah RW 01,02,03 dan 09,” ujarnya.
Sementara RW yang lainnya, kata ia, masih dikelola secara tradisional mandiri dan ada yang dibuang secara liar, misalnya ke dalam benteng pabrik.
“Di TPS 3R ini pun kerap menimbulkan masalah asap pembakaran, karena sistem pembakarannya masih dilakukan secara konvensional jadi kerap kali mendapatkan protes dari PT. Kahatex,” katanya.
Sebenarnya, kata ia, dirinya tercatat di Dinas LHK hingga saat ini sebagai ketua TPS 3R Mangunarga, namun tidak pernah dilibatkan dalam management maupun system pengelolaan sampah.
“Aneh tapi nyata namun inilah yang terjadi.
Masalah sampah ini sebenarnya tergantung pada perubahan mental dan kesadaran masyarakat, selama mental dan kesadarannya rendah maka masalah sampah akan menjadi masalah yang tak terpecahkan,” tandasnya. (tha)







