RADARSUMEDANG.id, KOTA – Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Hj Tuti Ruswati menyampaikan bahwa saat ini seluruh pemerintah kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Sumedang, tengah mendirikan Posko Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem.
Kata Tuti, pendirian posko ini, sebagai bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dan desa dalam mengentaskan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya masing-masing.
“Pendirian Posko Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem ini, tentu bukan hanya di kantor kepala desa dan kantor camat saja, akan tetapi dirikan juga di kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Filosofis dari pendirian posko ini, tiada lain untuk memotivasi agar seluruh unsur pemerintahan bisa lebih serius dalam menuntaskan target zero miskin ekstrem,” kata Tuti kepada sejumlah awak media, Jumat (10/5/2024).
Ia meminta pendirian posko yang dimaksud tidak hanya menggugurkan kewajiban saja. Mengingat program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Sumedang akan dilaksanakan sampai bulan Desember 2024.
Bahkan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumedang ini, harus terus berkelanjutan sampai kesejahteraan masyarakat Sumedang benar-benar meningkat.
Selain itu Pemkab Sumedang sekarang telah membuat sistem terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem.
“Proses bisnisnya sedang dibuat sehingga jelas intervensi apa yang harus dilakukan oleh para kepala OPD bersama camat dan kepala desa. Termasuk kita sedang membuat pemetaan data miskin ekstrem produktif dan non produktif. Supaya bentuk intervensi yang akan kita lakukan tepat sasaran. Kalau penanganannya dilakukan secara bersama-sama Insya Alloh pasti akan cepat tuntas,” katanya.
Terpisah, Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli menerangkan, sesuai dengan target yang telah ditetapkan, kemiskinan ekstrem di Sumedang harus nol persen pada Desember 2024.
Oleh sebab itu, kemiskinan ekstrem hanya bisa kita kendalikan dengan program yang ekstrem juga.
“Perlu saya sampaikan bahwa yang dimaksud miskin ekstrem adalah masyarakat yang mempunyai penghasilan Rp. 280 ribu per bulan. Apalagi jika ditambah dengan tanggungan hidup kepala keluarganya lebih dari dua orang,” terang Yudia saat membuka kegiatan Ideopolitor dan Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang di Gedung Negara, Sabtu (11/5).
Yudia menambahkan, saat ini sudah terdata ada 4.858 orang atau 954 KK yang termasuk golongan miskin ekstrem yang tersebar di 8 kecamatan.
“Insya Allah dengan keterlibatan perangkat daerah dan jajaran Muhammadiyah Kabupaten Sumedang, kemiskinan ekstrem di Sumedang dapat dihapuskan sesuai dengan target,” pungkas Yudia. (jim)







