RADARSUMEDANG.id, UJUNGJAYA – Hujan yang sudah lama tidak turun membuat sawah petani di Kecamatan Ujungjaya kekeringan lantaran kekurangan air. Akibatnya ribuan hektare sawah terancam gagal panen atau puso. Kondisi ini membuat para petani semakin khawatir.
Salah satu petani di Desa Ujung Jaya, Odo (68) menyebutkan, kondisi kekeringan yang melanda wilayah Ujungjaya ini bisa menjadi mimpi buruk bagi para petani terkait dengan ancaman gagal panen.
“Hampir gagal panen dampak dari kekeringannya. Jelas merugi nanti soalnya petani hidup dari sini kan,” ujar Odo, Kamis (16/5).
Ia menuturkan, sudah satu bulan terakhir hujan tak kunjung turun di wilayah timur Sumedang, termasuk didalamnya wilayah Ujungjaya. Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang agar turun tangan untuk membantu permasalahan tersebut.
“Sudah ada satu bulan lebih mah enggak hujan-hujan di sini, jadi sawahnya ikut kering juga. Berharap kepada pemerintah agar bisa ikut bantu-bantu lah apa saja yang penting sawah bisa dialiri air supaya tidak gagal panen nantinya,” katanya.
Sementara itu, petani lainnya Tatang Hidayat mengungkap bahwa di Desa Ujungjaya sendiri terdapat sawah petani seluas 600 hektare yang ikut terdampak dari kekeringan. Namun, kata dia, kecemasan petani sedikit terobati usai mendapatkan bantuan berupa sumur pantek dari pihak kepolisian.
“Semuanya di Desa Ujungjaya ada sekitar 600 hektare yang terdampak kekeringan. Mudah-mudahan dengan ada bantuan ini bisa mengairi sawah sekitar 5 hektare. Kami berharap kalau bisa ditambah lagi sumurnya dan insyaallah sawah yang berada di Ujung Jaya bisa terselamatkan dari dampak kekeringan,” imbuhnya
Hadirnya bantuan dari Polres Sumedang itu diharapkan Tatang bisa menyelamatkan petani dari gagal panen.
“Kami mewakili petani yang berada di Ujung Jaya alhamdulilah merasa terbantu dengan adanya bantuan dari Bapak Kapolres Sumedang melalui Bapak Kapolsek Ujung Jaya dengan dibuatkannya sumur pantek dengan satu unit mesin untuk mengairi sawah di lokasi Ujung Jaya dari dampak kemarau panjang jadi kekeringan,” ungkapnya.
Kondisi kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Ujungjaya ini membuat pihak kepolisian dari Polres Sumedang turun tangan berupaya membantu para petani.
Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono melalui Kapolsek Ujung Jaya AKP Adang Sobari mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan dengan membuat satu sumur pantek untuk mengairi sawah yang terdampak.
“Kalau satu pantek itu hanya bisa mengairi luas sawah sekitar 100 bata itu satu hari satu malam biasanya. Kalau satu hektare bisa sampai 7 hari 7 malam bisa ter-airi. Kita memastikan bahwa air itu betul-betul ada karena targetnya sebetulnya 3 hari tapi kalau bisa 1 hari jadi progres ke sananya bagus,” ujar Adang.
Adang menuturkan, sumur pantek tersebut bisa mengairi sawah seluas 180 hektare dari total 1.603 hektare sawah yang terdiri dari 6 desa di wilayah Kecamatan Ujungjaya.
“Kalau lebih banyak titik sumur pantek bisa lebih bagus. Intinya bahwa di area 1.800 hektare ini kita masih kekurangan sumur pantek. Bisa terairi 180 hektare, sebetulnya di Ujungjaya ini ada 6 desa yang perlu diairi itu ada 1.603 hektare. Coba dari 1.603 hektar itu bisa terpenuhi airnya untuk mensejahterakan masyarakat Ujung Jaya,” ucapnya.
Ia menyampaikan, bahwa bantuan ini merupakan suatu program kerjasama antara Kementerian Pertanian bersama dengan pihak kepolisian.
“Sumur pantek ini awalnya merupakan MoU Kementan dengan Kapolri, kemudian ditindaklanjuti melalui Kapolda, Kapolres, kemudian atas inisiatif dari Kapolres dan memerintahkan Kapolsek untuk membantu masyarakat agar dibuatkan sumur pantek,” tuturnya. (gun)





