RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Jelang Hari Raya Idul Adha pabrik pembuatan tusuk sate kebanjiran pesanan. Bahkan, permintaan tusuk sate meningkat hingga 2 kali lipat atau 100 persen. Hal itu karena biasanya tusuk sate untuk daging kurban menjadi yang banyak dicari menjelang Idul Adha.
Seperti di pabrik Solid Bamboo yang berlokasi di Desa Cinanjung Kecamatan Tanjungsari.
“Di sini yang jadi bahan dasarnya bambu jenis gombong. Alhamdulilah setiap tahun jelan Idul Adha pasti produksi meningkat karena permintaan lebih banyak dibanding hari biasa,” kata pemilik Solid Bamboo, Sanoto Panoto, Senin (3/6).
Ia menggambarkan jelang Idul Adha 1445 Hijriah tahun 2024 ini permintaan tusuk sate meningkat hingga 6 ton tusuk sate kemasan karung dalam satu bulan. Bahkan, permintaan tusuk sate meningkat hingga 2 kali lipat atau 100 persen jika dibandingkan dengan hari biasa. Ini tentunya menjadi berkah bagi Sanoto yang juga memiliki 14 orang karyawan.
“Meningkat jauh ya, peningkatannya di 100 persen jika dibandingkan hari biasa. Kalau omset ada puluhan juta lah. Produksi juga lebih dikebut lagi,” katanya.
Dikatakan, pemasaran atau permintaan tusuk sate produk Tanjungsari ini, masih di lingkup wilayah Jawa Barat. pesanan terbanyak diterima dari wilayah Purwakarta dan Bandung Raya.
“Kalau pengiriman biasa ada distributor untuk pengambilan barang. Ada juga yang kami kirim ke rumah makan. Per kilonya kami jual rata-rata Rp15.000,” imbuhnya.
Santoso sendiri mengaku baru merintis usaha tusuk sate ini sejak 2021 lalu, lantaran usaha sebelumnya gulung tikar akibat dampak pandemi Covid-19.
“Awal usaha membuat tusuk sate itu dimulai pas Covid-19 2021. Waktu itu di Jakarta ekonomi mati saya coba mencari inspirasi untuk usaha dari pohon bambu dan akhirnya terus berjalan membuat tusuk sate,” imbuhnya. (gun)






