RADARSUMEDANG.id, SITURAJA- Hari pertama pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terkendala persoalan jaringan internet. Hal tersebut dialami oleh pihak panitia PPDB di SMK Negeri Situraja.
Ketua PPDB SMK Negeri Situraja, Ading Suherlan menyebutkan, pelaksanaan hari pertama PPDB, tidak berjalan mulus. Pasalnya input data secara online mengalami gangguan jaringan.
“Sulit masuk ke link yang dituju, loading, mungkin karena server sangat sibuk, karena PPDB menyeluruh di mana-mana,” ujar Ading, Senin (3/6).
Sebagaimana telah dijadwalkan, PPDB tahap pertama dilaksanakan mulai 3 Juni hingga 7 Juni 2024. Sayangnya, pada hari pertama PPDB, hingga pukul 12.00 siang jaringan inter di sana masih gangguan.
“Ada pendaftar juga kalau link-nya sulit diakses ya gak bisa jalan. Untuk sementara kami hanya bisa men-scan berkas-berkas saja,” kata Ading.
Ia juga menyampaikan, idealnya sebelum proses PPDB memang harus dipersiapkan sarana dan prasarana yang sangat memadai. Sehingga tidak terjadi adanya berbagai gangguan, terutama soal jaringan.
“Ini barangkali, kami mohon untuk dibenahi sarana dan prasarana, jadi ditinjau dulu ke sekolah. Terus jaringan internet di tiap sekolah tidak akan sama, karena internet di kita belum merata,” ucapnya.
Selain ada gangguan jaringan, pihaknya juga menyayangkan, pada pelaksanaan PPDB tahap pertama ini, siswa yang mendaftar belum bisa membawa ijazah resmi. Pasalnya di tingkat SMP belum ada berkas resmi tanda kelulusan.
“Sedangkan syaratnya juga harus menyertakan ijazah, tapi PPDB sudah dibuka. Ini yang harus jadi perbaikan pada proses PPDB,” ucapnya.
Ditanya terkait pencegahan kemungkinan terjadinya pungli atau siswa titipan pada proses PPDB, pihak SMK Negeri Situraja akan berpatokan penuh pada regulasi yang telah ditetapkan.
“Kalau misal ada orang tua siswa yang akan menyuap atau istilahnya nitip, kami harus melaporkannya ke atasan. Yang jelas tak ada lagi pungli dan titip-titipan,” katanya.
Selain itu pihak sekolah juga meminta pihak terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan PPDB yang berbarengan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dampak jadwal yang berbarengan membuat beberapa pengajar tersita waktunya, lantaran di saat bersamaan harus menjadi operator PPDB.
Untuk diketahui, SMK Negeri Situraja pada tahun ajaran baru ini akan menerima 468 siswa. Tahap pertama PPDB dialokasikan untuk jalur KETM (Keluarga Ekonomi Tidak Mampu) dan prioritas jarak.
Sementara itu salah seorang keluarga yang mendaftarkan anaknya ke SMK Negeri Situraja, Hana, mengaku menunggu lebih dari 4 jam lantaran jaringan internet lemot.
“Dari pagi ini nunggu, sudah 4 jam lebih tapi belum bisa daftar. Saya nunggu saja karena kalau bolak balik rumah jauh ke Ganeas. Harapan saya sih PPDB jangan dipersulit,” imbuhnya. (gun)







