Jalan Akses ke Museum Lembah Cisaar Memprihatinkan

oleh
Sejumlah pengendara motor saat melintas di jalan yang buruk menuju Museum Lembah Cisaar, Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo

RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Akses menuju ke kawasan Museum Lembah Cisaar di Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo dari ruas jalan Jatigede-Tolengas rupanya memprihatinkan.

Kondisinya banyak ditemukan batu kerikil juga jalan berlubang sehingga seringkali jika dilewati oleh kendaraan, baik roda dua harus berhati-hati jika tidak ingin terpeleset oleh batu kerikil.

“Akses menuju Museum Lembah Cisaar sepanjang kurang lebih 4,5 dari ruas Jatigede Tolengas masih belum ada peningkatan. Kedepannya, harus ada perbaikan atau peningkatan akses,” kata Kepala Desa Jembarwangi, Pitriana Dewi, Selasa (4/6/2024).

Menurutnya, keberadaan jalan kabupaten menuju Museum Lembar Cisaar/Kawasan Geopark Lembah Cisaar Jatigede di Jembarwangi kondisinya masih seperti dulu, ada sebagian tanah juga sebagian bekas aspal, itu pun hasil kegiatan pekerjaan pada tahun 2007.

Selain memprihatinkan, kondisi jalan juga sudah menyempit.

“Dari pemerintah Desa Jembarwangi beserta warga sudah berkomunikasi jika ada pelebaran jalan akan mengembalikan ke lebar semula. Pemilik lahan di sepanjang jalan akses kabupaten tersebut mengizinkan untuk dipapas. Insya Allah dari Pemerintah Desa Jembarwangi siap memfasilitasi untuk membuat surat pernyataan dari setiap pemilik lahan,” ujarnya.

Padahal kata Pitriana, jika akses tersebut bisa diperbaiki dari Darmawangi sampai ke Museum tentunya akan lebih meningkatkan pelayanan.

Selain itu, akses sekolah SD Negeri Darmajaya berada di posisi tengah-tengah antara Dusun 1 dan Dusun 2. Warga Desa Jembarwangi bersekolah SD di sana, kendati posisi SD di tengah-tengah hutan sehingga jaraknya sekitar dua kilometer dari Cibengkung dan dua kilometer dari Cirendang.

“Tentunya akses ke pendidikan akan lancar dan warga dari kedua dusun ini tidak dikhawatirkan lagi ada yang bersekolah pindah ke sekolah SD yang diluar Desa Jembarwangi dengan alasan karena jalan buruk,” ucapnya.

Kemudian lanjut Pitriana, ekonomi masyarakat juga akan meningkat, dan hasil bumi akan stabil. Mengingat, Desa Jembarwangi merupakan penghasil mangga Gedong Gincu, tembakau dan sayuran.

“Selama ini setiap ngobrol bandar tembakau pun alasan pasti terbentur ke kondisi akses jalan. Jadi harga tidak bisa stabil, begitupun mangga. Insya Allah di Tahun ini Jembarwangi merupakan lokasi pengembangan mangga gedong gincu,” ungkap Pitriani.

Ia menambahkan,  Jembarwangi menjadi salah satu areal yang dijagokan menjadi penghasil mangga gedong gincu.

“Tentunya kalau akses bagus akan meningkatkan harga. Begitupun dengan tembakau dan sayuran,” pungkas Pitriani. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.