RADARSUMEDANG.id, BUAHDUA – Universitas Widyatama siap bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam mengembangkan padi organik di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua. Hal ini diungkapkan Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. Dadang Suganda, saat beraudiensi dengan Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli, baru-baru ini.
Dadang menjelaskan, Desa Cikurubuk yang memiliki luas 630,80 hektare dengan 63,60% wilayahnya berupa lahan pertanian, sangat potensial untuk pengembangan padi organik. “Potensi dan manfaat dari program ini sangat besar bagi masyarakat desa dan lingkungan. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan petani melalui produksi padi organik yang kompetitif di pasar global,” ujar Dadang.
Melalui kontribusi perguruan tinggi dalam pengelolaan yang efektif dan efisien, diharapkan petani dapat menghasilkan beras organik berkualitas tinggi serta berbagai produk olahan yang diminati pasar lokal, regional, dan global. “Seluruh proses produk diharapkan bersertifikasi organik untuk memenuhi standar internasional. Kami juga akan menangani proses pasca panen seperti kurasi produk, packaging, promosi, marketing, dan penjualan,” tambahnya.
Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli, menyambut baik rencana tersebut. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pengembangan pertanian organik ini. Ini sangat baik dan akan kita dukung pengembangannya,” ucap Yudia. Ia menekankan bahwa hasil pertanian organik tidak hanya menyehatkan tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Sajidin, menambahkan bahwa Desa Cikurubuk saat ini menjadi satu-satunya sentra produksi padi organik dengan sekitar 30 hektare areal pertanian yang dikembangkan oleh kelompok tani. “Potensi pertanian organik di Desa Cikurubuk mencapai 115 hektar. Namun, yang baru dimanfaatkan baru sekitar 30 hektar,” ujar Sajidin.
Sajidin juga menyoroti kebutuhan ruangan untuk penyimpanan pupuk organik dan pentingnya jaringan irigasi yang bersih. “Untuk ke depannya, bukan tidak mungkin 115 hektar areal lahan dijadikan lokasi pertanian organik. Dukungan kepala desa di sana sangat luar biasa,” tambahnya.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan Sumedang berhasil dalam pengembangan padi organik di Desa Cikurubuk, menjadikan pertanian organik sebagai sumber kesejahteraan baru bagi para petani setempat.(jim)





