Pemda Akan Intervensi Pertanian untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem 

oleh
Proses pipanisasi untuk penyedotan air dari sungai Cipelang Ujungjaya ke lahan pertanian.

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Pemda Sumedang bersinergi dengan berbagai pihak melakukan intervensi program penghapusan kemiskinan ekstrem, yang salah satunya dengan melakukan intervensi di sektor pertanian.

Adapun sejauh ini Pemda sudah berkolaborasi dengan Forkopimda untuk mengakselerasi penghapusan miskin ekstrem, tinggal memberikan penguatan terhadap intervensi di lapangan.

Pasalnya sebagaimana diketahui, kantung kemiskinan ekstrem masih berada di desa-desa yang penduduknya bekerja di sektor pertanian.

Disisi lain, 40 persen kontribusi kemiskinan berasal dari pertanian. Belum lagi mereka bukan petani pemilik, tapi petani penggarap.

Di tengah kondisi tersebut, para petani tak jarang dihadapkan pada tantangan kekeringan dan distribusi air yang tidak merata saat musim kemarau, yang berakibat pada penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen sehingga mengurangi pendapatan.

Kaitan hal itu, kata Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyampaikan, penerapan pompanisasi di area persawahan Sumedang khususnya di Kecamatan Ujungjaya.

Hal ini dilakukan karena, lumbung padi diharapkan membantu para petani dari sisi produksi untuk menggerakkan perekonomian dan menghasilkan efek ganda yang signifikan.

“Kami gencarkan pompanisasi untuk membantu kelompok tani di wilayah Ujungjaya. Kami juga lakukan pertemuan dengan PLN dan Pertamina mereka siap membantu petani untuk penyediaan bahan bakar dan penyediaan aliran listrik,” kata Yudia di PPS, baru-baru ini. (jim)


No More Posts Available.

No more pages to load.