RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Sejumlah partai politik mengaku masih menunggu keputusan yang terbaik dari masing-masing DPP untuk mematangkan persiapan menuju kontestasi pilkada Sumedang 2024.
Para elite politik di tingkatan daerah kabupaten Sumedang pun fatsun terhadap segala keputusan yang dihasilkan.
Seperti yang dikatakan Ketua Desk Pilkada DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumedang, Warson yang mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih menunggu arahan dari DPP Partai Gerindra terkait dengan persiapan pilkada.
“Kami menunggu informasi dari DPP, karena analisa dan penelaahan juga dilakukan survei yang dilakukan oleh DPP. Kaitan hal tersebut kami juga terus memantau dinamika politik yang sedang terjadi di Kabupaten Sumedang,” kata Warson saat dikonfirmasi Radar Sumedang usai melakukan rapat paripurna di Gedung Negara, Rabu (12/6/2024).
Sejauh ini kata Warson, ada sekitar 8 orang yang telah menjalani proses rekrutmen baik untuk posisi bakal calon bupati maupun wakil bupati.
“Dari eksternal yang melalui DPC ada tiga orang termasuk yang ke DPD Jabar, begitu juga yang dari internal Gerindra sendiri ada lima orang. Maka sampai hari ini kami masih menunggu arahan dari DPP melalui DPD Partai Gerindra Jabar, karena kami tidak bekerja sendiri. Kami fatsun terhadap keputusan organisasi sehingga kami patuh terhadap apapun keputusan dari DPP,” ujarnya.
Kendati demikian disampaikan Warson, 8 nama yang mendaftar ke Gerindra masih berproses pada survey yang dilakukan oleh lembaga survei resmi.
“Adapun kaitannya dengan hasil survei akan kami sampaikan di kemudian hari sesuai dengan hasil survey. Termasuk soal arah koalisi juga kami masih menunggu arahan dari pusat,” ucap Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumedang ini.
Ditempat yang sama, Ketua DPC PKB Sumedang, Didi Suhrowardi menyampaikan sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh DPP PKB bahwa para bakal calon kepala daerah sedang melakukan uji kelayakan dan kepatutan (UKK).
Mereka adalah H Dony Ahmad Munir, H Agus Muslim, H Ecek Karyana, dan Heri Hartawan, dan sisanya akan diikutsertakan pada gelombang yang berikutnya.
“UKK adalah bagian tahapan yang dilakukan oleh desk pilkada DPP PKB terkait dengan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung oleh PKB. Dari situ DPP akan memberikan rekomendasi, siapa saja yang akan diambil oleh DPP PKB,” terang Didi.
Hasil dari UKK lanjut Didi ibaratnya akan menjadi sebuah rekomendasi. Mengingat DPC kabupaten/kota hanya melakukan tugas-tugas yang diamanatkan oleh DPP. Termasuk dalam hal ini soal penjajakan koalisi sambung Didi, dipastikan masih berproses.
“Semua parpol saat ini masih melakukan penjajakan koalisi. Jadi apapun nanti keputusan DPP, kami di DPC akan melaksanakannya,” sebut Didi.
Sementara Ketua DPC PPP Sumedang, H Ilmawan Muhammad mengatakan, pihaknya masih melakukan penjajakan kerjasama antar partai politik menuju koalisi untuk pilkada.
“Semuanya masih digodok. Tunggu saja bulan Agustus,” jawabnya singkat. (jim)






