RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Musim tanam yang dimulai September menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjaga ketersediaan bawang dan sejumlah komoditas pangan. Hal itu menyusul kondisi kekeringan di sejumlah wilayah yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah terus memantau dampak kekeringan terhadap daerah penghasil pangan. Kondisi cuaca itu menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan karena dapat memengaruhi produktivitas komoditas yang dibutuhkan masyarakat Bandung.
“Kekeringan ini diperkirakan terjadi sampai Oktober. Cuma, Agustus sampai Oktober itu kan belum musim tanam,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (10/8/2026).
Menurut Farhan, musim tanam mulai berlangsung pada September. Karena itu, pemerintah berharap kondisi kekeringan tidak mengganggu proses tanam hingga masa produksi berikutnya.
“Musim tanamnya mulai September. Jadi diharapkan, September-Oktober ini tidak mengganggu musim tanam,” katanya.
Bawang Brebes menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam kondisi ini. Farhan menyebut kebutuhan bawang Brebes di Kota Bandung cukup tinggi, terutama karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan wisata dan industri kuliner.
“Permintaan warga Bandung terhadap bawang Brebes sangat tinggi,” ungkapnya.
Tingginya permintaan itu perlu diimbangi dengan ketersediaan produksi. Terlebih, Farhan menyebut produktivitas bawang di Brebes mengalami kondisi yang naik turun sehingga perubahan produksi dapat berpengaruh terhadap pasokan dan harga di Kota Bandung.
Selain bawang Brebes, Pemkot Bandung turut memantau bawang putih dan bawang bombai. Keduanya menjadi komoditas yang juga dibutuhkan masyarakat dan pelaku usaha kuliner, dengan sebagian pasokannya berasal dari luar negeri.
Untuk menjaga ketersediaan pangan, Pemkot Bandung melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan. Pemerintah memastikan suplai bahan makanan segar dari 16 provinsi serta sejumlah komoditas impor tetap dapat masuk ke Kota Bandung.
Pasokan ini kemudian disalurkan melalui tiga pasar induk utama yang menjadi bagian dari rantai pasok pangan Kota Bandung. Jalur ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga ketersediaan komoditas di tengah kondisi produksi yang dipengaruhi cuaca.
Di sisi lain, operasi pasar tetap dijalankan untuk membantu masyarakat yang rentan daya beli. Program ini menyasar kelompok berdasarkan masukan dari kelurahan, sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.(fmy-job)
Musim Tanam Jadi Kunci Jaga Pasokan Bawang





