RADARSUMEDANG.ID, TANJUNGSARI – Bakal Calon Bupati Sumedang, Erwan Setiawan, menjadi tokoh pertama yang menjalani proses pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang baru saja dilantik.
Proses coklit berlangsung di kediaman Erwan di Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Erwan Setiawan didatangi langsung oleh petugas PPDP dari PPS Desa Margajaya yang didampingi oleh Komisioner KPU, PPK, PPS, serta Panwascam Tanjungsari.
Kehadiran mereka untuk bersama-sama melaksanakan coklit pertama ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akurasi data pemilih dalam Pilkada Sumedang 2024.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa hari ini KPU telah melantik secara serentak 3.427 petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) atau PPDP untuk Pilkada Sumedang 2024.
Setelah pelantikan dan bimbingan teknis (bimtek), petugas PPDP di Desa Margajaya langsung melaksanakan coklit ke kediaman Erwan Setiawan di Ciluluk, Tanjungsari.
“Ya, hari ini kita laksanakan simulasi coklit pertama di kediaman Pak Erwan Setiawan. Kebetulan beliau adalah mantan wakil bupati Sumedang dan tokoh masyarakat, jadi kami bersama Komisioner KPU, PPK, dan PPDP. Tadi juga ada PKD dan Panwascam yang sama-sama melihat coklit oleh PPDP,” ujar Ogi.
Ogi menegaskan bahwa alat kerja Pantarlih sudah siap, bahkan aplikasi e-Coklit sudah bisa digunakan. Hari ini, para PPDP diwajibkan untuk melakukan simulasi coklit kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kepala desa di tiap TPS-nya, minimal delapan pemilih per Pantarlih.
“Petugas Pantarlih ini basisnya adalah per Tempat Pemungutan Suara (TPS). Di Kabupaten Sumedang, hasil pemetaan KPU menunjukkan terdapat 2.001 TPS. Karena ada lebih dari 400 pemilih di 1 TPS, maka petugasnya ada 2 orang. Sehingga total petugas PPDP mencapai 3.427 orang,” jelasnya.
Selain melakukan coklit kepada Erwan Setiawan, KPU juga berencana melakukan coklit kepada beberapa tokoh penting di Sumedang, termasuk mantan bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dan ketua DPRD Sumedang, serta beberapa tokoh lainnya.
“Proses coklit ini merupakan langkah penting dalam memastikan data pemilih yang akurat dan terpercaya untuk Pilkada Sumedang 2024, demi terwujudnya pemilu yang jujur dan adil,” tandasnya. (tha)





