RADARSUMEDANG.id, CIMALAKA – Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, meluncurkan program ketahanan pangan dengan membeli 20 ekor domba Garut dan Priangan. Program ini, yang bersumber dari Dana Desa (DD), telah dimulai sejak tahun 2013. Dalam setahun, jumlah ternak yang dikelola oleh kelompok ternak Gapoktan Tampomas Mekar kini bertambah menjadi 47 ekor. Gapoktan Tampomas Mekar sendiri memiliki anggota sebanyak 6 orang.
“Saya sangat mengapresiasi program yang dilakukan Desa Cibeureum Wetan ini. Dari awal modal 20 ekor, domba yang diurus oleh 6 orang peternak sekarang sudah menghasilkan 27 ekor. Totalnya kini ada 47 ekor domba,” kata Pj Bupati Yudia Ramli saat berkunjung ke Cibeureum Wetan baru-baru ini.
Sebagian dari 27 ekor domba yang dihasilkan diberikan kepada warga masyarakat miskin ekstrem untuk diternakkan kembali. “Program Satali, ‘Saling Talingakeun’ (saling memperhatikan) di Desa Cibeureum Wetan ini berhasil. Kami harus melihat kanan kiri di sekitar kita,” tuturnya.
Menurut Yudia, sebuah program berhasil jika kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. “Harusnya aparat pemerintah itu tugasnya memastikan warganya dapurnya ngebul,” tegas Yudia.
Yudia juga menekankan perlunya kekompakan mulai dari pemerintah kecamatan, desa, RW, RT, dan kelompok peternaknya dalam menyukseskan program ketahanan pangan tersebut. “Masyarakat di sini respek kalau ada masyarakat dinyatakan miskin ekstrem dan menerima bantuan ternak, harus dengan ikhlas memeliharanya,” katanya.
Dase Ridwan, salah seorang anggota kelompok tani Desa Cibeureum Wetan di Dusun Pangkalan yang menerima bantuan simbolis ternak domba, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Saya pelihara dengan sungguh-sungguh agar dapat membantu perekonomian keluarga,” katanya. (gun)







