RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Kepala Bidang Hubungan Industri pada Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Nisye Sumanika Permatasari mengatakan, sebelum mencari kerja para pencari kerja (job seeker) seharusnya dapat mengikuti berbagai pelatihan soft skill.
Soft skill yang dimaksud kata Nisye diantaranya merupakan kemampuan komunikasi yang baik, kerja tim, kepemimpinan, empati, adaptabilitas, dan keterampilan interpersonal lainnya. Oleh sebab itu berbagai pelatihan soft skill yang tersedia khususnya di Kabupaten Sumedang mesti diikuti oleh para job seeker.
“Selain pengetahuan tentang pasar kerja, kemampuan IT (informasi dan teknologi) juga harus dimiliki oleh pencari kerja, terutama bagi yang fresh graduate (baru lulus). Memang saat ini ketersediaan lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Akan tetapi setidaknya para pencari kerja harus punya soft skill supaya menjadi pertimbangan bagi HRD perusahaan,” kata Nisye di sela kegiatan Job Fair 2024 di lapangan PPS, Selasa (25/6/2024).
Disisi lain saat ini para pencari kerja juga dihadapkan pada persaingan bisnis dan bahan baku sehingga mempengaruhi hasil produksi industri yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pencari kerja.
“Selain soft skill, saat ini usia yang tidak lebih dari 25 tahun masih menjadi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kita lihat di BLK sudah disediakan paket pelatihan, termasuk di BLK luar Sumedang,” ucapnya.
Nisye menambahkan, selain pelatihan formal untuk mengasah kemampuan. Disnakertrans bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti LPK.
“Dengan pelatihan kewirausahaan diharapkan pencari kerja itu tidak bergantung untuk bekerja di orang lain, tapi lebih mandiri untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Karena di setiap pelatihan kewirausahaan selain dilatih soft skill, juga cross cutting dengan Diskop_UMPP dan untuk bantuan permodalannya kerjasama dengan Bank Sumedang,” paparnya.
Terpisah, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Bubun Aliminsyah menyebutkan, momentum Job Fair Sumedang bisa dimanfaatkan para pencari kerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan dan menggapai cita-citanya.
“Tadi ada arahan dari Pak Bupati agar perusahaan agar dapat menerima kaum Difabel untuk bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Mudah-mudahan saran dan masukan ini dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan,” sebut Bubun.
Di berbagai momentum job fair atau bursa kerja pihaknya selalu menaruh harapan besar, Jon fair harus bisa mengembangkan investasi daerah agar iklim investasi lebih baik dan bisa menumbuhkan lapangan pekerjaan lebih luas
“Job Fair ini dilaksanakan agar bisa mengurangi pengangguran melalui peningkatan penempatan tenaga kerja di Kabupaten Sumedang. Tujuannya bisa mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dalam kesempatan kerja. Tercatat ada 34 perusahaan yang membuka formasi 116 jabatan, sedangkan lowongan yang dibutuhkan 14 ribu orang,” jelas Bubun. (jim)







